Hal itu disampaikan Dahlan seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama
Rakyat Merdeka Grup dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, kemarin.
Dalam kesempatan tersebut hadir Rektor UIN Komaruddin Hidayat, Direktur Utama
Rakyat Merdeka Group Margiono dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Dahlan mengatakan, jumlah wirausahawan muda Indonesia masih sedikit. Karena itu, dia mendorong para mahasiswa mau mulai berwirausaha.
Apalagi, kata bekas Dirut PLN itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami peningkatan. Dahlan optimistis pendapatan per kapita orang Indonesia per tahun pada 10 tahun ke depan bisa tembus 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 95 juta per tahun. “Angka itu lebih jauh dibanding zaman saya yang 10 tahun lalu masih 600-800 dolar AS,†cetusnya.
Menurut dia, saat ini pendapatan per kapita orang Indonesia tembus 3.500 dolar AS per tahun. Padahal, dulu banyak yang tidak yakin dan sangsi dengan target pertumbuhan per kapita tersebut.
Sebenarnya, kata Dahlan, untuk mengetahui pertumbuhan per kapita orang Indonesia 10 tahun ke depan bisa dilihat dari pertumbuhan kapita 10 tahun lalu. “Itu ada di pelajaran ilmu statistik,†katanya.
Dahlan juga yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus mengalami peningkatan. Apalagi saat ini ekonomi dan politik sudah mulai terpisah. “Biarpun politik ribut-ribut terus, ekonomi tetap jalan terus. Ini tanda-tanda baik,†jelasnya.
Bahkan, peluang untuk menikmati kue ekonomi yang besar itu sangat terbuka lebar. Sebab, saat ini tidak seperti era Orde Baru. Karena itu, orang giat untuk bekerja yang akan mempunyai peluang memperoleh kue tersebut.
Benyamin Davnie mengatakan, wirausahawan merupakan penggerak utama ekonomi di daerah dan pusat. Sesuai teori ekonomi klasik, negara minimal harus memiliki dua persen wirausahawan dari total jumlah penduduk.
Sementara jumlah wirausahawan Indonesia hingga kini baru mencapai 1,8 persen dari jumlah penduduknya. Sedangkan negara tetangga seperti Malaysia jumlahnya sudah mencapai 5 persen dan Singapura 7 persen. “Karena itu gerakan kewirausahaan nasional perlu didorong,†katanya.
Apalagi, karakteristik seorang wirausahawan adalah mandiri, pantang menyerah dan inovatif. Oleh karenanya, perlu peran lembaga pendidikan untuk menciptakan wirausahawan-wirausahawan baru. Sedangkan dari sudut pandang pemerintah daerah, kewirausahaan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Benyamin mengatakan, dengan banyaknya wirausahawan akan membuat daerah semakin berkembang karena perputaran barang yang tinggi otomatis mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan berdampak positif dengan berkurangnya pengangguran dan kemiskinan. “Dengan begitu anggaran untuk pengurangan orang miskin dan pengangguran dapat ditekan dan dialihkan ke yang lainnya,†cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google