"Kecenderungan pola teroris dalam melakukan aksinya tidak lagi menunggu perintah dari amirnya dan berkembang satu-satu kelompoknya hal ini yang perlu diwaspadai," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius di Jakarta, Sabtu (16/3).
Selain itu kelompok teroris bukan lagi secara fisik menerima pelatihan bagaimana merakit bom, tapi dengan cara mengunduh situs- situs cara merakit bom dari internet, katanya.
"Kami minta keterlibatan semua pihak untuk mengatasinya misalnya Kemenkominfo melakukan verifikasi dan seleksi dengan baik konten-konten seperti itu yang makin menyebar di masyarakat. Saat ini, bahan- bahan untuk merakit bom mudah didapat," kata Suhardi.
Dalam mengatasi masalah aksi teroris ini diharapkan semua pihak bersinergi termasuk alim ulama dan jangan hanya diam saja. Bila terjadi aksi teroris yang disalahkan polisi, katanya.
"Kemudian dengan ketatnya transaksi perbankan, para teroris kecenderungan melakukan fa'i untuk memperoleh dana tunai, seperti perampokan yang terjadi di Tambora," kata Suhardi
.[ant/wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BACA JUGA: