Kualitas Garam KW 1 Cuma 20 persen Sulit Diserap Industri

Senin, 11 Maret 2013, 07:56 WIB
Kualitas Garam KW 1 Cuma 20 persen Sulit Diserap Industri
ilustrasi, garam
rmol news logo .Pemerintah fokus memper­baiki strategi peningkatan pro­duksi garam rakyat tahun ini. Salah satu strategi yang diprio­ritaskan adalah kegiatan dalam Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar).

Menurut Dirjen Kelautan, Pe­sisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad, perbaikan tersebut dila­ku­kan seiring tingginya nilai eko­nomis yang terkandung dalam ko­moditi garam yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani garam.

“Tahun lalu kita fokus mening­katkan volume produksi. Itu tidak lepas dari target swasembada ga­ram produksi yang akhirnya ter­capai dan adanya surplus 1,5 juta ton,” kata Sudirman kepada Rak­yat Merdeka di sela-sela rapat Ra­pat Kerja Teknis (Rakernis) KKP 2013 di Bandung, Jumat (8/3).

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Sudirman me­ngatakan, ada yang perlu diper­bai­ki meski adanya sur­plus ter­sebut. Pasalnya, kualitas garam dari surplus tersebut hanya 20 persen yang berkualitas (KW) 1, sisanya 80 persen berkualitas KW 2 dan KW 3.

“Ini yang mesti kita perbaiki. Dengan kualitas garam seperti itu, sulit untuk diserap industri,” ujarnya.

Menurut dia, KKP sebenarnya ingin mendapatkan informasi yang transparan dari Kemen­terian Perindustrian dan Kemen­terian Perdagangan mengenai spek ga­ram industri yang dibu­tuhkan. Untuk mendapatkan informasi itu, Sudirman mengaku pihaknya te­lah melayangkan surat permin­taan kepada dua kementerian ter­sebut agar kriteria garam yang dibutuh­kan industri diumumkan.

Dia menjelaskan, KKP sebe­nar­nya sudah mengem­bangkan teknologi tepat guna, yakni Te­knologi Ulir Filter (TUF). Uji co­ba ini dinilai telah berhasil me­ningkatkan pro­duktivitas hingga 120 ton/hektar/tahun. Kualitas ga­ram juga naik menjadi KW1 (NaCl di atas 97 persen) yang di­persya­ratkan oleh dunia industri serta melakukan penataan lahan tam­bak garam. Tercatat, potensi lahan usaha garam rakyat di 42 lokasi seluas 31,04 juta hektar.

Kepala Bidang Produksi dan Distribusi Perikanan Kemen­te­rian Koordinator Perekonomian M Ramli mengatakan, masih ba­nyak potensi lahan garam yang sebenarnya belum dioptimalkan. Karena itu, dia mengajak instansi kementerian terkait bekerja sama memanfaatkan potensi garam yang belum dimanfaatkan itu. “Mari kita bersinergi untuk me­ningkatkan produksi dan kua­litas garam in­dustri dan konsumsi yang sudah menjadi barang strategis,” ajak Ramli.

Menurut dia, pemanfaatan ga­ram harus dilakukan demi pe­ning­katan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di masa depan.

“Kita harus mewujudkan swa­sembada. Ini pekerjaan rumah pe­merintah pusat dan harus berko­ordinasi dengan pemda agar kon­sepnya terinterigasi dan tidak tum­pang tindih,” jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA