Ancaman Kelangkaan Pasokan Sembako Perlu Perhatian Ekstra

Kamis, 24 Januari 2013, 08:00 WIB
Ancaman Kelangkaan Pasokan Sembako Perlu Perhatian Ekstra
ilustrasi, sembako
Kecil Besar

rmol news logo Wakil Ketua Fraksi Partai Ke­adilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengimbau pemerintah pusat dan pemerintah daerah serius mengamankan pasokan kebutuhan pokok di berbagai daerah ditengah meningkatnya ancaman banjir.

“Perlu perhatian ekstra dan koordinasi yang baik agar tidak terjadi kelangkaan pasokan. Terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana banjir dan juga wilayah Indonesia timur akibat kondisi laut yang kurang bersahabat. Kita sangat khawatir, ketika terjadi shortage pasokan, tingkat harga-harga akan mem­bumbung, ini akan mengerek inflasi dan memukul daya beli masyarakat,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia mengaku sulit mengen­dalikan nilai inflasi Januari 2013 yang diperkirakan berada di atas level 1 persen akibat persoalan distribusi barang. Sebelum terjadi banjir inflasi diperkirakan sudah mendekati 0,9 persen dan akan terus meningkat, bahkan jauh di atas 1 persen jika distribusi ba0­rang memburuk akibat banjir di berbagai daerah. Angka tersebut relatif lebih tinggi bila dibanding tahun lalu yang hanya 0,7 persen.

Menurut Sohibul, inflasi awal tahun sangat berpengaruh pada pembentukan ekspektasi inflasi sepanjang tahun. Kalau inflasi Januari terlampau tinggi, akan sangat sulit mencapai target in­flasi tahun ini di kisaran 5,3 per­sen. Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pe­me­rin­tah pusat terkait per­soalan distri­busi barang akan sangat menen­tukan dalam pengendalian inflasi.

Pemerintah perlu mempertim­bangkan untuk melakukan ope­rasi pasar pada wilyah tertentu. Un­tuk mengamankan pasokan ke wi­layah Indonesia timur, perlu dipertim­bangkan penggunaan armada kapal-kapal besar milik TNI untuk angkutan barang jika di­pandang sudah sangat mendesak.

Sohibul mengatakan, berbagai strategi ekstra perlu ditempuh pemerintah untuk mengamankan pasokan mengingat ancaman cuaca buruk, musim hujan dan banjir yang masih potensial ter­jadi dalam satu-dua bulan ke depan. Hal ini dapat menggangu kelancaran transportasi barang sehingga berisiko mengerek harga barang konsumsi dan berpengaruh buruk pada inflasi nasional.

Anggota Komisi IV DPR Ma’mur Hasanuddin mengata­kan, pemerintah harus melakukan antisipasi melonjaknya harga komoditas pangan akibat banjir, mengingat di beberapa area produksi terganggu.

Untuk itu, kata dia, pemerin­tah diminta bertindak cepat me­ngon­trol perkembangan har­ga dan pro­duksi beragam komo- diti pangan. Harga pangan diper­kirakan akan melonjak akibat bencana banjir dan gangguan cuaca yang meng­gangu proses produksi di banyak daerah.

Selain itu, pemerintah harus memastikan manajemen stok pangan tersedia dengan baik dan mekanisme alur distribusi yang terkendali, sehingga tidak mem­buka peluang permainan spe­kulan mempermainkan harga.

Dia mengatakan, operasi pasar harus digiatkan di pusat-pusat bencana, agar disparitas harga tidak terlalu melonjak. Selain itu, kata­nya, proteksi bukan hanya dibe­rikan kepada konsumen, na­mun juga kepada petani yang se­lama ini memproduksi pangan. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA