Duel Bakrie Vs Rothschild Rusak Image Investasi RI

Kinerja Keuangan BUMI Merosot 260 Persen

Selasa, 22 Januari 2013, 08:27 WIB
Duel Bakrie Vs Rothschild Rusak Image Investasi RI
ilustrasi, Bumi Resources
Kecil Besar
rmol news logo .Perseteruan antara keluarga Bakrie dan Nat Roths­child dinilai sudah merusak citra investasi In­donesia di mata investor asing. Kerugian PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditaksir merosot 260 persen.

Tukar guling yang dilakukan oleh keluarga Bakrie dengan  pe­ngusaha kakap asal Inggri ini se­mula diharapkan mampu mem­bawa nama Indo­nesia ke Negeri Ratu Elizabeth ter­sebut. Namun, bukan kerja­ sama yang apik yang ditampil­kan, keduanya malah ter­libat da­lam perseteruan.

Dirut PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk (BORN) Samin Tan mengata­kan, perma­salahan keduanya telah merusak reputasi individu yang terlibat.

“Per­se­te­ruan ini juga memicu ke­ge­li­sahan investor tentang pe­ru­sahaan di emerging market (pasar yang se­dang berkem­bang). Pada­hal, se­harusnya kerja sama ini da­pat mempromosikan aset Indone­sia di London,” kata Samin Tan seperti dilansir dari Financial Times, kemarin

Samin Tan, yang merupakan salah satu investor Indonesia ter­kaya meskipun menderita ke­ru­gian di Bumi, mengatakan, repu­tasi Indonesia di luar negeri men­jadi jelek lantaran ada per­sete­ruan Bakrie dengan Roths­child.

“Tidak diragukan lagi ini te­lah mem­buat orang asing le­bih ber­hati-hati dalam mengeva­lua­si aset mereka dan dalam mem­buat kesepakatan di Indonesia. Mesti­nyakasus perebutan aset Bumi Plc ini bisa dilokalisir,” ujar Samin Tan.

Seperti diketahui, Vallar Plc bakal telah membuat transaksi dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dengan transaksi ini, maka Vallar mendapatkan aset PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Vallar membeli 75 per­sen saham Berau melalui in­duk­nya, PT Bumi Mutiara. Ske­ma­­nya, 35 persen saham Berau di­bayar tunai Rp 6,57 triliun.

Sedangkan 25 persen saham Bumi Resources milik Bakrie And Brothers ditukar guling dengan 90,1 juta lembar saham Vallar. Transaksi ini butuh persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pada 14 Januari 2011.

Samin Tan menjadi pimpinan dalam dewan direksi di Bumi Plc, sete­lah meminjamkan Bak­rie satu miliar dolar AS untuk meng­akui­sisi se­tengah dari 47,6 persen saham mereka di Bumi Plc pada Januari 2012.

Sejak itu, nilai in­vestasi yang di­biayai oleh pin­jaman dari Stan­dard Chartered, telah anjlok se­besar 70 persen karena harga batu bara yang me­rosot dan ke­kha­watiran tentang tata kelola pe­rusahaan Bumi. Selain itu, ting­kat utang yang tinggi dan pe­rang investor juga turut meng­hantui.

Konflik antar pemegang sa­ham ini pun sudah mempenga­ruhi kinerja kinerja keuangan BUMI. Dalam audit atas laporan ke­ua­ngan per September 2012, sa­lah satu anak usaha Ba­krie Group ini mencatat penuru­nan pen­dapatan 3,2 persen men­jadi 2,768 juta dolar AS dan rugi bersih 632 juta dolar AS.

“Kinerja selama sembilan bu­lan pertama 2012 di bawah esti­masi dan konsensus kami. Penda­patan hanya mencapai 54 persen dari estimasi 2012, sementara laba bersih  minus 260 per­sen dari estimasi kami (minus 234 persen dari konsensus),” tutur periset Sa­muel Sekuritas Yualdo Yu­dopra­wiro dalam rilisnya, kemarin.

Penurunan pendapatan BUMI sembi­lan bulan pertama 2012 lebih di­karenakan harga rata-rata penjua­lan yang turun 5,4 persen menjadi 87,2 dolar AS per ton. Sementara selama kuartal III 2012, penda­patan turun 23 persen dikarena­kan volume penjualan yang lebih rendah 7 persen. Se­mentara harga rata-rata penjual­an kuartal III-2012, relatif flat.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoe­sen berharap, perselisihan an­tara Bakrie dan Rothschild tidak meng­­ganggu kinerja ope­rasional BUMI dan emiten grup lainnya.

“Kisruh yang terjadi diha­rap­kan tidak mengganggu ope­ra­sio­nal emitennya, yang menjadi per­hatian Bursa apakah nantinya memberikan ke­un­tungan bagi in­vestor atau tidak,” ujar Hoesen.

Analis PT Trust Securities Reza Priyambada menekankan, kisruh di suatu pe­ru­sahaan me­mang di­perhatikan investor selain ki­nerja ope­ra­sionalnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA