Angkasa Pura II Cari Utang Rp 6 T

Segera Bangun Monorail Di Bandara Soekarno-Hatta

Selasa, 22 Januari 2013, 08:20 WIB
Angkasa Pura II Cari Utang Rp 6 T
ilustrasi, Monorail
Kecil Besar
rmol news logo PT Angkasa Pura II (AP II)  meng­anggarkan investasi perse­roan sebesar Rp 8,6 triliun untuk pembangunan sekitar 12 bandar udara (bandara). Dari dana ter­sebut, sebanyak Rp 6 triliun akan didanai lewat utang perbankan.

Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko men­­jelaskan, da­na yang diper­siap­­kan berasal in­ternal cash dan pinjaman bank.  “Nantinya dana itu kami gu­na­kan untuk memperluas ban­dara-bandara yang ada dalam wilayah kami,” te­rang Tri dalam rapat de­ngan Ko­misi XI DPR di Jakarta, ke­marin.

Tri melanjutkan, selain 12 ban­­dara yang dikelola, pihaknya juga dipercaya mengelola Ban­da­ra Silangit di Sumatera Utara.

“Saat ini kami sedang mem­bangun sembilan bandara dari 12 bandara yang ada, di anta­ranya di Aceh, Halim (Perdana­kusu­mah) Jakarta dan di Pa­dang,” imbuh­nya.

Dia menyatakan, tahun lalu masih ada bandara yang dikelola AP II yang menderita kerugian. Namun secara korporat masih memperoleh laba hingga Rp 1,2 triliun. Enam bandara yang me­rugi yaitu bandara di Pelembang, Padang, Halim Jakarta, Jambi, Tanjungpinang dan Aceh.

Berdasarkan data Airport Council International (ACI), tam­bah Tri, pelayanan pe­num­pang di bandara Indonesia meru­pakan 10 besar yang tersi­buk di dunia.

“Kami akan te­rus mengu­pa­yakan dan mem­pelajari pela­yan­an di Bandara Incheon di Korea Selatan yang meru­pa­kan terbaik di dunia,” ung­kapnya.

Menanggapi paparan direksi AP II, Wakil Ketua Komisi XI DPR Timo Pangerang menyata­kan, kinerja BUMN penerbangan ini be­lum maksimal jika diban­dingkan dengan pertumbuhan jum­lah penumpang yang meng­gunakan moda transportasi udara.

Dia mencontohkan kon­disi di Bandara Soekarno Hatta (Soeta) yang hanya mampu me­nam­pung seba­nyak 22 juta penumpang. Namun, saat ini Bandara Soeta dijejali hingga 59 juta penum­pang. Menurut Timo, pelayanan dan kondisi mayoritas bandara ma­­sih belum mencukupi, se­hingga per­lu ada perluasan.

“Ya perlua­san itu harus dilaku­kan segera mung­kin. Saat ini per­tumbuhan pe­num­pang dan pem­bangunan ban­dara jumlahnya sangat tidak se­imbang,” ujarnya.

AP II juga berencana mem­ba­ngun monorail di Bandara Soe­karno-Hatta sebagai alat trans­por­tasi calon penumpang yang ingin berpindah terminal. Ang­kutan ini akan menggunakan kon­sep peop­le mover yang meng­­hubung­kan terminal 1, 2 dan 3 di bandara ter­sebut. Pem­bangu­nan monorail ini kabarnya mirip  Bandara Cha­ngi di Singapura.

“Iya, nanti ada shuttle kayak ke­reta. Namanya peop­le mover atau monorail seperti di Changi Singa­pura,” ucap Sekretaris Pe­rusa­ha­an AP II Trisno Heryadi. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA