Ngeri, Pasokan Makanan Dari Daerah Drop 20 Persen

Petani Ikut Terpukul Karena Distribusi Terlalu Lama

Minggu, 20 Januari 2013, 08:04 WIB
Ngeri, Pasokan Makanan Dari Daerah Drop 20 Persen
ilustrasi, Petani
Kecil Besar
rmol news logo .Cuaca buruk yang terjadi di ham­pir seluruh wilayah Indone­sia, menyebabkan terganggunya produksi tani dan pasokan pa­ngan dalam negeri terganggu. Banyak sentra pertanian tanam­an pangan seperti padi dan hor­tikultura. Buah dan sayur-sayuran teren­dam banjir. Di Banten Jawa Barat, ribuan hektar sawah padi di 41 kecamatan terendam banjir yang melanda kawasan itu se­lama sepekan terakhir.

Banjir juga merendam areal persawahan di banyak kawasan di Jawa Tengah yang berada di­sepanjang aliran Sungai Benga­wan Solo seperti Kudus, Bojone­goro, Tuban dan lain-lain.  Selain terendam banjir, banyak sentra-sentra tanaman hortikul­tura se­perti bawang, cabe dan sayur-sayuran juga merana ter­serang hama dimusim penghujan.

Hal itu berdampak ­pada naik­nya harga bahan pangan di pa­saran yang cukup signifikan. Bah­kan, dalam sepekan terakhir kenaikannya mencapai 20-30 per­sen. Kenaikan harga bahan pa­ngan tak lepas dari seretnya pa­sokan. Selain kencangnya in­ten­sitas hujan, gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia ikut menghambat jalur distribusi.

Ketua Asosiasi Pedagang Pa­sar Tradisional Hasan Basri me­nu­turkan, kenaikan harga sejum­lah bahan pangan terutama sayur-sa­yuran, sudah menunju­kan pe­ning­katan harga. Terlebih di Ja­karta yang sayuran­nya dipasok dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Contohnya seperti har­ga cabe yang mengalami kenai­kan ter­tinggi. Pekan kemarin masih Rp 20 ribu per kilo seka­rang su­dah Rp 38 ribu per kilo. Komoditi dari Sumatera seperti kelapa juga naik 20 persen,” kata Hasan di Jakarta, Jumat (18/1).

Dalam keadaan normal, disri­busi bahan pangan biasanya ha­nya memakan waktu satu hingga dua hari. Tetapi saat ini, harus me­­­­ma­kan waktu lebih la­ma ka­rena truk pengangkut ter­tahan di pelabuhan.

Ketua Kontak Tani Andalan Winarno Tohir khawatir apabila konidis cuaca buruk akan ber­langsung lama, maka dikhawatir­kan pasokan pangan nasional akan merosot hingga 20 persen.

Meskipun saat ini penurunan produksi pangan masih sangat kecil belum mencapai lima per­sen. Para petani ti­dak dapat  ber­buat ba­nyak. Untuk  menye­la­matkan hasil ta­n­aman mereka, petani terpaksa meng­­­eluarkan biaya tambahan. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA