Kadin Minta Bagian 30 Persen Duit Proyek

Infrastruktur Tanah Air Makin Hancur

Sabtu, 19 Januari 2013, 08:05 WIB
Kadin Minta Bagian 30 Persen Duit Proyek
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Keterbatasan infrastruktur menjadi titik lemah perekono­mian Indonesia. Dana ratusan triliun pun digelontorkan untuk pengembangan infrastruktur baik di pusat maupun daerah.

Menteri Perencanaan Pemba­ngu­nan Na­sional (PPN)/Kepala Badan Pe­rencanaan Pembangu­nan Nasio­nal (Bappenas) Ar­mi­da Alisjah­bana mengatakan, se­panjang 2012, total dana pem­ba­ngunan infrastruktur menca­pai Rp 385,2 triliun.

“Untuk 2013, nilainya naik men­jadi Rp 438,1 triliun,” ujar Armida di Jakarta, kemarin.

Armida menyebut, investasi ter­sebut merupakan gabungan da­ri dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Ang­gar­an Pendapatan dan Be­lanja Daerah (APBD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun swasta.

Untuk mendukung pertumbu­han ekonomi di atas 7 persen seperti yang ditargetkan dalam dokumen Masterplan Percepat­an Pembangunan Ekonomi In­done­sia (MP3EI), idealnya di­per­lu­kan investasi infrastruktur seki­tar 7 persen dari Produk Domes­tik Bruto (PDB).

“Dana Rp 438 triliun baru se­kitar 4,7 persen dari PDB Indo­nesia,” kata Armida.

Direktur Pengembangan Kerja Sama Pemerintah dan Swasta (PKPS) Bappenas Bastary P In­dra menambahkan, pengem­ba­ngan infrastruktur memang men­jadi prioritas pemerintah.

“Ta­hun lalu ada 16 proyek, tahun ini akan ada 14 proyek,” ujarnya.

Proyek-proyek tersebut di­ta­war­kan ke­pada pihak swasta me­lalui ajang Indonesia Inter­na­tional Infra­struc­ture Confe­rence and Exhi­bition (IIICE) 2013.

“Proses tran­saksi, tender dan kontrak akan di­lakukan tahun ini juga,” kata Bastary.

Asisten Deputi Menko Per­ekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Wahyu Utomo menga­takan, pe­merintah akan mem­be­ri­­kan du­kungan dan memfa­sili­tasi pihak swasta yang masuk ke proyek-proyek infrastruktur.

“Ini saat yang tepat untuk pe­­ngem­bangan infrastruktur,” ujar Wahyu.

Kamar Dagang Dan In­dustri (Kadin) meng­ha­rapkan peran swasta dalam proyek MP3EI bisa mencapai 30 persen dari saat ini yang hanya 10 per­sen.

Wakil Ketua Kadin Bidang IT dan Telekomunikasi Didie W Soewondho menyebutkan, dari total kebutuhan proyek infra­struk­tur MP3EI itu sebesar Rp 1.400 triliun. Nah, 30 persen dari nilai itu bisa diserahkan swasta.

“Jadi di sekitar Rp 550 triliun­nya itu, se­lain infrastrukturnya, juga indus­trinya,” ujar Didie.

Selain itu, lanjut Didie, keter­libatan swasta juga diharapakan terjadi dalam proyek Public Partnership Pri­vate (PPP). Ber­arti perkiraan ke­butuhan investasi hampir men­capai Rp 420 triliun.

“Swasta ini sedang mengintip sejauh mana program PPP ini berjalan,” kata­nya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA