Bankir Bank Sumut Tewas Saat Fit & Proper Test Di BI

Jumat, 18 Januari 2013, 08:23 WIB
Bankir Bank Sumut Tewas Saat Fit & Proper Test Di BI
Bank Indonesia
Kecil Besar
rmol news logo Proses uji kelayakan dan kepatutan calon bankir syariah menelan korban. Manajer International Banking Bank Sumut Syafaruddin Ashari meninggal dunia di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta.

Syafaruddin meninggal saat mengikuti proses wawancara un­tuk fit and proper test (uji ke­la­yakan dan kepatutan) sebagai Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut di Gedung Bank Sentral.

Menurut Direk­tur Grup Hubu­ngan Mas­ya­rakat BI Difi A Johansyah, tim dokter dari Divisi Pelayanan Kesehatan Yayasan Kesejahte­raan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI) menyata­kan, Syafa­ruddin tutup usia pu­kul 16.50 WIB, Rabu (16/1). Se­lan­jutnya, perihal penyebab mening­galnya Syafaruddin akan dita­ngani kepolisian.

“BI telah menginformasikan hal ini kepada keluarga yang ber­sangkutan. BI mengucapkan turut berbelasungkawa,” ujar Difi, kemarin. Syafaruddin mening­gal dalam usia 50 tahun.

Difi mengatakan, wawancara  bertujuan mengetahui integritas, pengalaman dan kompetensi dari masing-masing calon.

“Berdasarkan wawancara itu,  (tim pewawancara) akan menen­tukan kualifikasi setiap calon di­reksi yang terbagi atas tiga kate­­gori; layak, tidak layak dan ber­syarat. Selanjutnya akan di­sam­paikan kepada para peme­gang sa­ham. Merekalah yang akan me­mutuskan siapa saja yang akan menjadi direksi definitif,” je­las Difi.

Tapi dia menolak menyebut­kan, siapa saja lima nama yang pernah diajukan pemegang sa­ham yang hendak diwawan­carai menjadi direksi.

“Setidaknya ter­hitung 30 hari sejak wawancara dilakukan ba­ru diputus­kan siapa yang akan men­jadi di­reksi. Waktu selama 30 hari di­sediakan bagi para calon untuk memenuhi komitmen atas ke­kurangan yang ditemukan saat wawancara,” kata Difi seperti dikutip medan bisnis.com.

Sebelumnya disebut-sebut bah­wa lima nama calon direksi yang diajukan pemegang saham untuk diseleksi menjadi pengurus Bank Sumut adalah Rudi Dogar Hara­hap (bekas Direktur Umum), M Syahrir Ritonga (bekas pim­pinan Bank Sumut Cabang Lu­buk Pa­kam), Agung Santoso (Pe­mim­pin Divisi SDM), Sa­parud­din (Pe­mim­pin Divisi Trea­sury).

Selain keempat nama yang bera­­sal dari internal Bank Sumut ter­sebut, terdapat satu nama lagi dari luar, yakni Ester Ginting yang meru­pakan Pimpinan Wi­layah Sumut Bank Danamon.

PelaksanaTugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho me­ngaku telah menda­patkan kabar duka cita itu dari Komisaris Uta­ma Bank Su­mut Djaili Azwar. Se­bagai peme­gang saham pe­ngen­dali, Gatot me­rasa kehilang­an so­sok pekerja keras dan motor peng­ge­rak Bank Sumut selama ini.

“Dari beberapa diskusi pan­jang, almar­hum merupakan so­sok motor peng­gerak yang men­dina­misasi Bank Sumut selama ini. Karena itu, sebagai peme­gang sa­ham pengendali saya usulkan be­liau sebagai salah satu calon un­tuk diuji BI,” katanya.

Gatot berharap keluarga yang ditinggal­kan dapat tabah mene­rima kabar duka cita tersebut.

Pimpinan Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bank Sumut Bahrein Siagian mengaku ter­ke­jut dan sangat kehilangan atas me­ninggalnya Syafaruddin Ashari. Menurut Bahrein, saat masuk ke Bank Sumut, hingga hari terak­hir­nya bekerja, tidak ada tanda-tanda dia mengidap penyakit. Bah­kan, dia selalu be­kerja dengan penuh semangat dan keceriaan.

Begitu juga saat akan berang­kat ke Ja­karta mengikuti fit and pro­per test sebagai salah satu ca­lon direksi di Bank Sumut, dia tampak sehat. Menurutnya, selu­ruh ke­luarga tak me­nyangka ke­pergian Syafa­ruddin begitu cepat.

Jenazah almarhum dijadwal­kan akan tiba hari ini pukul 06.00 di Medan dan dikebumikan usai salat zuhur di Perkuburan Mus­lim, Jalan Bersama Medan.

“Almarhum meninggalkan seo­rang istri dan tiga anak, yakni Muhammad Arizal, 21, Azzalia, 17, dan Luthfia Azizah, 11,” ujar Bahrein. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA