Banyak Proyek Listrik Mangkrak, Alokasi Dana Rp 6 Triliun Sia-sia

Jumat, 18 Januari 2013, 08:02 WIB
Banyak Proyek Listrik Mangkrak, Alokasi Dana Rp 6 Triliun Sia-sia
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Kalangan DPR mendesak PLN agar segera mempercepat berbagai proyek kelistrikan guna menjamin ketersediaan pasokan listrik di daerah. Selain itu, ke­bija­kan ini bisa meningkatkan potensi pendapatan perusahaan pelat merah tersebut.

Anggota Komisi VII DPR Gus­ti Iskandar menegaskan, mun­durnya proyek kelistrikan na­sio­nal menunjuk­kan ketidak­siapan PLN dalam menjalankan prog­ram-program yang diama­nat­kan Kementerian ESDM.

“Da­­lam hal ini, PLN harus ber­tanggung jawab. Selain itu, Dir­jen Listrik ESDM juga ikut ber­kon­tribusi atas kelambatan prog­ram strategis ini,’’ jelas Gusti di Jakarta, kemarin.

Akibat molornya pro­yek-pro­yek tersebut, katanya, jaminan ke­tersediaan listrik di daerah bisa terganggu. Apalagi peme­rin­tah berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) secara ber­tahap 15 persen di 2013.

“Pemerintah dan DPR su­sah payah menyusun anggaran. Tapi malah tidak dipakai. Ini ada apa dengan Dirjen Listrik dan PLN,’’ tanya Gusti heran.

Ke depan, lanjutnya, proyek ini harus dikebut agar tidak ter­lalu melenceng dari target. Pihak ke­menterian ESDM harus lebih te­gas dalam bertindak, termasuk melakukan evaluasi terhadap pejabat yang tidak becus dalam menjalankan amanah.

“Kita imbau agar Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri BUMN Dahlan Iskan fokus ter­hadap ma­salah ini. Tahun ini eranya politik. Semuanya punya dampak politis dan bisa dipoliti­sasi. Untuk meng­hindari hal itu, sebaik­nya evaluasi dila­kukan terhadap pe­jabat yang lalai,’’ paparnya.

Anggota Komisi VII DPR dari F-PAN Totok Daryanto menilai, keterlambatan proyek kelistrikan nasional bakal menciptakan ine­fisiensi baru di tubuh PLN.

“Pro­gram ini sangat bagus. Karena listrik sangat dibutuhkan rakyat di daerah. Kalau terlam­bat, rakyat kembali menjadi kor­ban­nya. Sebaiknya koordi­na­si diting­kat­kan agar program ini segera terea­lisir,’’ pintanya.

Namun, penilaian DPR ini di­sanggah oleh PLN. Diperkirakan, pendapatan PLN tahun lalu men­capai Rp 127 triliun atau naik 11,4 persen dibanding penda­patan 2011 sebesar Rp 114 triliun akibat penambahan pe­langgan.

“Untuk pendapatan ter­besar ma­sih berasal dari pe­langgan ru­mah tangga. Kontri­busi pe­lang­gan rumah tangga terhadap pen­dapatan perusahaan mencapai Rp 45,8 triliun, 36 per­sen dari total pendapatan PLN,” kata Ke­pala Divisi Niaga PLN Benny Mar­bun di Jakarta, kema­rin.

Sedang­kan pendapatan PLN dari sektor industri pada tahun lalu, menurut Benny, mencapai Rp 42,9 triliun atau 33,8  persen dari target pen­dapatan. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA