Kembangin Terminal 3 Soeta AP II Butuh Rp 7 Triliun

Jajaki Peluang IPO

Senin, 17 September 2012, 08:00 WIB
Kembangin Terminal 3 Soeta AP II Butuh Rp 7 Triliun
PT Angkasa Pura (AP) II
Kecil Besar

rmol news logo PT Angkasa Pura (AP) II beren­cana menjajaki peluang pena­waran saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Langkah ini ditempuh sebagai salah satu cara pendanaan pengembangan Terminal 3 Bandara Interna­sional Soekarno Hatta (Soeta).

Wakil Direktur Utama AP II Rinaldo J Aziz mengatakan, sumber pembiayaan pengem­bangan Terminal 3 tahap awal ber­asal dari kas internal, obli­gasi, dan IPO.

“Tahap pertama Terminal 3 memerlukan biaya sekitar Rp 6-7 triliun dan pengem­bangan­nya diperkirakan selesai dua sampai tiga tahun,” ujarnya.

Menurut Rinaldo, dana Rp 6-7 triliun sudah termasuk pe­ngem­bangan apron. Untuk Ter­minal 3 hanya membutuhkan biaya se­kitar Rp 4,5 triliun. Bila da­lam waktu dua sampai tiga ta­hun ke depan pengembangan Ter­minal 3 belum tuntas, maka opsi yang dipilih salah satunya IPO.

“Kalau dua sampai tiga tahun kami masih mampu menggu­nakan dana internal. Setelah itu, kalau pembangunannya berlan­jut bisa jadi kami memilih obli­gasi, jual saham atau pinjaman perbankan,” ungkapnya.

Saat ini, ketiga opsi tersebut masih terus dikaji. Bila meng­gu­nakan pinjaman per­bankan, ia berharap bunga yang dibe­bankan kepada perseroan lebih ringan. Begitu juga dengan pe­nerbitan obligasi.

“Namun, bila kami mem­bangun Terminal 3 dan lainnya dalam waktu yang bersamaan, tentu obligasi menjadi pilihan utama,” ujarnya.

Dalam dokumen konektivitas sebagai kunci suksesnya perlua­san ekonomi untuk kesejah­teraan di seluruh wilayah tanah air, pengembangan terminal dengan kapasitas saat ini 22 juta penumpang per tahun (JPT), utilitasnya 51,5 JPT.

Terminal 1 nantinya dapat menampung 18 JPT, Terminal 2 sebanyak 19 JPT, Terminal 3 sebanyak 25 JPT serta Terminal 4 sekitar 25 JPT. Nantinya, setelah selesai dibangun akan dapat menampung 87 JPT.

Pengembangan Terminal 3 seluas 333.000 meter per segi menjadi 367.000 meter persegi. Anggaran pengembangan ban­dara sampai 2014 sekitar Rp 4,75 triliun. Untuk 2012, angga­rannya mencapai Rp 100 miliar.

Selanjutnya, pembangunan kargo. Pada 2011, menampung sebanyak 504.000 ton. Pada 2020, diharapkan dapat men­jadi 1,5 juta ton.

Saat ini, domestik menguasai 47 persen dan internasional 53 persen. Pengembangan kargo dan apron seluas 189.000 meter perse­gi. Anggaran yang diper­siapkan hingga 2014 sekitar Rp 3 triliun. Untuk 2012, ang­gar­annya Rp 150 miliar. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA