Lion Air Garap Malaysia AirAsia Melawan Sengit

Investor Terkejut, Saham AirAsia Sempat Anjlok 5 Persen

Sabtu, 15 September 2012, 08:30 WIB
Lion Air Garap Malaysia AirAsia Melawan Sengit
AirAsia
Kecil Besar
rmol news logo AirAsia berjanji akan memberikan perlawanan yang sengit terhadap Lion Air yang berencana menggarap pasar di Malaysia. Keduanya akan bersaing dalam menurunkan tarif.    

Bos AirAsia Tony Fernandes bersumpah akan memberikan mas­­kapai penerbangan asal In­do­nesia Lion Air ‘rasa’ persa­ing­an sebenarnya. Ini dikatakan­nya setelah Lion Air meng­umum­kan rencananya bergelut di bisnis penerbangan berbiaya rendah.

Seperti dilansir dari Straits Times, PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dan National Aero­spa­ce and Defense Industries (Nadi) Malaysia bekerja sama meng­operasikan Malindo Air­ways.

Maskapai patu­ngan antara dua perusahaan ini direnca­na­kan mulai terbang di seluruh wilayah Kuala Lumpur pada Mei tahun depan. Kerja­ sama ini pun mau tak mau me­nampar maskapai pe­nerbangan asal Malaysia, yakni AirAsia.

Seperti diketahui, AirAsia telah lama didirikan di Kuala Lumpur. Namun, sang pemilik Tony Fer­nandes, baru-baru ini membuka kantor re­gio­nal­nya di Jakarta serta membeli Batavia Air se­harga 80 juta dolar AS atau se­kitar Rp 720 miliar.

“Kami menyambut kedatang­an mereka (Lion Air). Ini berarti me­ngambil pasar Indonesia juga. Kami bisa memberikan mereka persaingan yang nyata untuk me­raup pendapatan di Indonesia,” tukas Fernandes seperti disam­paikan dari The Edge Financial Daily.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengapresiasi langkah Lion Air yang merangsek ke pasar Ma­laysia. “Saya salut melihat ke­jelian Lion Air masuk Malaysia,” kata Alvin di Jakarta, kemarin.

Menurut Alvin, Lion melihat potensi bisnis dari pasar pener­bangan berbiaya murah atau low cost carrier di Malaysia. Po­tensi ini juga muncul seiring rencana pemberlakuan kebijakan ASEAN Open Sky yang mulai berlaku pada 2015.

Alvin juga mengapresiasi lang­kah Lion Air yang meng­­­gandeng mitra lokal untuk me­nyasar pasar penerbangan Ma­laysia. Bersama National Aero­space and Defense Industries Sdn Bhd (Nadi), Lion Air mem­bentuk maskapai baru, Malindo Airways, dengan porsi kepe­milikan saham masing-ma­sing 49 persen dan 51 persen.

“Dengan adanya asas cabo­tage, masing-ma­sing negeri me­miliki kedau­latannya sendiri-sendiri. Jadi, Ma­lindo Airways nantinya meru­pakan perusahaan Malaysia,” kata Alvin.

Bertempur

Persaingan antara AirAsia de­ngan Lion Air ibarat pertem­pu­ran antara dua produsen pesawat ter­bang terbesar dunia, Boeing dan Airbus. Kompetisi makin mema­nas setelah kedua maska­pai pe­nerbangan murah itu beru­paya men­jelajah markas pe­saing­nya.

Lion Air dalam beberapa tahun terakhir bisa dianggap sebagai pelanggan setia pesawat produksi Boeing, Amerika Serikat. Di pi­hak lain, AirAsia me­me­san se­banyak 200 unit Airbus  A320 se­nilai 18 miliar dolar AS.

Ancaman Lion Air yang lang­sung berdampak signifikan bagi perusahaan AirAsia Bhd. Seti­dak­nya, harga saham AirAsia Bhd tercatat jatuh 5 persen pada perdagangan awal di bursa sa­ham Malaysia. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA