Persediaan lahan untuk industri menjadi masalah yang serius. Permintaan lahan di kawasan ini selama semester pertama tahun 2012 naik 15 persen dibandingkan 2011 yang mencapai 430-440 hektar. Pemerintah perlu memberi perhatian ekstra.
Ketua Kehormatan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Hendra Lesmana mengatakan, peningÂkaÂtan permintaan lahan itu terÂjadi seÂjak dua tahun terakhir. HKI menÂcatat, permintaan lahan inÂdustri mencapai rata-rata 1.000 hektar (ha) per tahun.
“Peningkatan itu sejaÂlan deÂngan investasi maupun ekÂspanÂsi dari para pelaku usaha. TerÂutama ekspansi perusahaan mulÂtinasioÂnal,†ujarnya di JaÂkarta, kemarin.
Dia menjelaskan, total lahan kaÂwasan industri yang ada hingga Juni 2012 sekitar 27.320 ha. PerÂmintaan paling tinggi terÂjadi di Jawa, seperti Bekasi, KaÂrawang dan Purwakarta, dengan perÂsenÂtase 60 persen terhadap total perÂmintaan. Sekitar 30 perÂsen perÂmintaan lainnya adalah di wilaÂyah Sumatera dan SuÂlawesi.
Ketua Umum HKI Sanny IsÂkandar menegaskan, pengembaÂngan kawasan industri masih terkendala ketersediaan lahan, infrastruktur dan keamaÂnan. Ia mengaku para pengemÂbang kaÂwasan industri kerap meÂngeÂluhÂkan masalah pembebasan lahan.
Untuk itu, pihaknya berÂharap keseriusan pemerintah daÂlam membangun infrastruktur transÂportasi. Salah satunya usulan pemÂÂbangunan rel kereta api dua jaÂlur Jakarta-Surabaya yang menÂdorong masuknya investasi ke kawasan industri.
“Rute JaÂkarta ke Surabaya yang dua jalur baru sampai Cirebon. BanÂdingÂkan dengan China yang 80 persen menggunakan kereta api hingÂga 20 jalur,†ujar Sanny.
Menurutnya, selama ini akses transportasi menjadi kendala daÂlam sistem logistik dan distriÂbuÂsi. Selain rel kereta api, pemÂbaÂnguÂnan akses jalan ke pelaÂbuhan dan jalan tol yang seseÂgera mungÂÂkin jadi perhatian investor.
“Jalan Tol Cilincing (Jakarta Utara) kami usulkan segera diÂbangun. Untuk akses ke selatan juga diharapkan terdapat paralel, sehingga dari Karawang bisa langsung mengarah ke Bogor (Jawa Barat),†kata Sanny.
HKI juga kembali menekanÂkan Pelabuhan Cimalaya (KaraÂwang) untuk segera dibangun. TujuanÂnya, agar pelaku industri bisa mengÂakomodasi pasokan dari KaÂrawang dan tidak hanya meÂnganÂdalkan Pelabuhan TanÂjung Priok, Jakarta.
Terkait masalah lahan dan keÂamanan di kawasan industri. Sanny mengatakan, pemerintah pusat dan daerah diharapkan daÂpat memperlancar izin pengguÂnaan lahan untuk kawasan inÂdusÂtri. Hal itu sekaligus meÂresÂpons permintaan investor guna memÂperluas lahan kawasan inÂdustri.
“Apalagi ada kebijakan pemÂbatasan peruntukan kawasan inÂdustri hanya seluas 400 hektar di setiap provinsi. Padahal, kebuÂtuhan kawasan industri paling sedikit 1.000 hektar,†jelasnya.
Menanggapi berbagai keluhan ini, Kemenperin akan fokus unÂtuk mempercepat pengadaan laÂhan kaÂwasan industri karena seÂjumlah investasi besar sangat memÂbutuhÂkan lahan untuk invesÂtasinya.
“Tahun ini, permintaan laÂhan untuk pembangunan inÂdustri mencapai 1.000 hektar, seÂdikit berkurang dari tahun lalu yang mencapai 1.250 hektar. KaÂrena permintaan tinggi dan tapi suplai lahannya kurang, ada beÂberapa pembangunan kawasan inÂdustri yang tertunda,†kata Dirjen PeÂngemÂbangan Perwilayahan InÂdusÂtri KeÂmenÂterian PerindustriÂan (KeÂmenÂperin) Dedi Mulyadi.
Diperkirakan, tahun depan perÂmintaan untuk kawasan industri akan meningkat dari tahun ini.
“KeÂmenperin terus mendorong percepatan ekspansi oleh perusaÂhaan kawasan industri. SedangÂkan kendala utama pengadaan laÂhan untuk kawasan industri adaÂlah masalah pembebasan lahan, kalau untuk membangun terÂmaÂsuk infrastruktur butuh waktu satu tahun,†papar Dedi.
Saat ini, jumÂlah kawasan inÂÂdustri yang opeÂrasional di IndoÂneÂsia menÂcapai 81 dengan luas lahan sekitar 23,34 ribu hektar.
“Kawasan inÂdustri terbesar ada di Jawa dengan luas lahan sekitar 18,75 ribu hektar atau seÂkitar 59,26 persen dari total laÂhan kaÂwasan industri di IndoÂnesia,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: