Kritis, Permintaan Lahan Industri 1.000 Ha Per Tahun

Investasi Bakal Naik Bila Ditopang Proyek Rel Ganda KA

Rabu, 15 Agustus 2012, 08:26 WIB
Kritis, Permintaan Lahan Industri 1.000 Ha Per Tahun
ilustrasi, rel
rmol news logo Persediaan lahan untuk industri menjadi masalah yang serius. Permintaan lahan di kawasan ini selama semester pertama tahun 2012 naik 15 persen dibandingkan 2011 yang mencapai 430-440 hektar. Pemerintah perlu memberi perhatian ekstra.

Ketua Kehormatan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Hendra Lesmana mengatakan, pening­ka­tan permintaan lahan itu ter­jadi se­jak dua tahun terakhir. HKI men­catat, permintaan lahan in­dustri mencapai rata-rata 1.000 hektar (ha) per tahun.

“Peningkatan itu seja­lan de­ngan investasi maupun ek­span­si dari para pelaku usaha. Ter­utama ekspansi perusahaan mul­tinasio­nal,” ujarnya di Ja­karta, kemarin.

Dia menjelaskan, total lahan ka­wasan industri yang ada hingga Juni 2012 sekitar 27.320 ha. Per­mintaan paling tinggi ter­jadi di Jawa, seperti Bekasi, Ka­rawang dan Purwakarta, dengan per­sen­tase 60 persen terhadap total per­mintaan. Sekitar 30 per­sen per­mintaan lainnya adalah di wila­yah Sumatera dan Su­lawesi.

Ketua Umum HKI Sanny Is­kandar menegaskan, pengemba­ngan kawasan industri masih terkendala ketersediaan lahan, infrastruktur dan keama­nan. Ia mengaku para pengem­bang ka­wasan industri kerap me­nge­luh­kan masalah pembebasan lahan.

Untuk itu, pihaknya ber­harap keseriusan pemerintah da­lam membangun infrastruktur trans­portasi. Salah satunya usulan pem­­bangunan rel kereta api dua ja­lur Jakarta-Surabaya yang men­dorong masuknya investasi ke kawasan industri.

“Rute Ja­karta ke Surabaya yang dua jalur baru sampai Cirebon. Ban­ding­kan dengan China yang 80 persen menggunakan kereta api hing­ga 20 jalur,” ujar Sanny.

Menurutnya, selama ini akses transportasi menjadi kendala da­lam sistem logistik dan distri­bu­si. Selain rel kereta api, pem­ba­ngu­nan akses jalan ke pela­buhan dan jalan tol yang sese­gera mung­­kin jadi perhatian investor.

“Jalan Tol Cilincing (Jakarta Utara) kami usulkan segera di­bangun. Untuk akses ke selatan juga diharapkan terdapat paralel, sehingga dari Karawang bisa langsung mengarah ke Bogor (Jawa Barat),” kata Sanny.

HKI juga kembali menekan­kan Pelabuhan Cimalaya (Kara­wang) untuk segera dibangun. Tujuan­nya, agar pelaku industri bisa meng­akomodasi pasokan dari Ka­rawang dan tidak hanya me­ngan­dalkan Pelabuhan Tan­jung Priok, Jakarta.

 Terkait masalah lahan dan ke­amanan di kawasan industri. Sanny mengatakan, pemerintah pusat dan daerah diharapkan da­pat memperlancar izin penggu­naan lahan untuk kawasan in­dus­tri. Hal itu sekaligus me­res­pons permintaan investor guna mem­perluas lahan kawasan in­dustri.

“Apalagi ada kebijakan pem­batasan peruntukan kawasan in­dustri hanya seluas 400 hektar di setiap provinsi. Padahal, kebu­tuhan kawasan industri paling sedikit 1.000 hektar,” jelasnya.

 Menanggapi berbagai keluhan ini, Kemenperin akan fokus un­tuk mempercepat pengadaan la­han ka­wasan industri karena se­jumlah investasi besar sangat mem­butuh­kan lahan untuk inves­tasinya.

“Tahun ini, permintaan la­han untuk pembangunan in­dustri mencapai 1.000 hektar, se­dikit berkurang dari tahun lalu yang mencapai 1.250 hektar. Ka­rena permintaan tinggi dan tapi suplai lahannya kurang, ada be­berapa pembangunan kawasan in­dustri yang tertunda,” kata Dirjen Pe­ngem­bangan Perwilayahan In­dus­tri Ke­men­terian Perindustri­an (Ke­men­perin) Dedi Mulyadi.

Diperkirakan, tahun depan per­mintaan untuk kawasan industri akan meningkat dari tahun ini.

“Ke­menperin terus mendorong percepatan ekspansi oleh perusa­haan kawasan industri. Sedang­kan kendala utama pengadaan la­han untuk kawasan industri ada­lah masalah pembebasan lahan, kalau untuk membangun ter­ma­suk infrastruktur butuh waktu satu tahun,” papar Dedi.

Saat ini, jum­lah kawasan in­­dustri yang ope­rasional di Indo­ne­sia men­capai 81 dengan luas lahan sekitar 23,34 ribu hektar.

“Kawasan in­dustri terbesar ada di Jawa dengan luas lahan sekitar 18,75 ribu hektar atau se­kitar 59,26 persen dari total la­han ka­wasan industri di Indo­nesia,” ujarnya.  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA