PT Jamsostek menyimpan dana lebih dari Rp 4,5 triliun yang belum diÂketaÂhui siapa pemiliknya. Menurut inforÂmasi, hingga saat ini jumlah dananya sekitar Rp 1,4 triliun. DisiÂnyalir, dana ini sudah ada sejak 33 tahun lalu saat Jamsostek berdiri.
Kepala Humas PT Jamsostek Eben Ginting mengatakan, sebenarnya dana itu bukanlah tidak bertuan. Tapi peÂmilik dana tersebut mengambil hakÂnya sewaktu masih menjadi peserta di Jamsostek.
“Karena banyak peserta yang daÂhuluÂnya bekerja di sebuah tempat. Lalu dia berpindah dan keÂpeserÂtaannya belum dinonaktifÂkan dan belum konfirmasi kepihak kami,†katanya dalam klarifikasinya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Eben menuturkan, untuk saat ini dana yang baru diketahui pemiliknya kurang lebih Rp 500 miliar. Sisanya sedang diÂupayakan supaya jelas siapa pemiliknya. Dalam setiap tahunnya, dana itu selalu berkurang.
Dikatakan Eben, selama para peserta tidak melakukan perÂmohonan pencairan dana. Maka, namanya akan tercantum di dalam program dan dananya juga masih ada. Namun, pihaknya juga meÂngalami kesulitan untuk mencari pesertanya. “Karena kan ada yang sudah pindah-pindah alamat rumah, sudah tidak bisa dihubungi lagi sehingga kami juga tidak bisa mencari satu-satu peserta berdasarkan alamat terakhir yang kami miliki,†jelasnya
Namun jangan khawatir, Eben menjanjikan bagi para peserta yang belum mengambil haknya di Jamsostek, bisa mengajukan permohonan ke cabang-cabang Jamsostek terdekat. Pihaknya juga sudah melakukan imbauan dan membuat iklan di sejumlah media untuk memudahkan para pekerja. “Hanya dengan memÂbawa bukti keikutsertaannya kepada petugas kami. Lalu jika memang terdaftar, akan kami proses lebih lanjut,†jelasnya.
Sebelumnya, bekas Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengaku sudah mendapatkan hasil audit BPK itu. Adanya selisih dana perhitungan antara Jamsostek dan BPK itu karena ada perÂbedaan teknis dalam penghitungan. Pihaknya mengaku sempat kesulitan mengembalikan dana tersebut. Terbukti, sampai awal April lalu baru sekitar 13.000 orang yang mencairkan dana tersebut. Total nilainya sekitar Rp 531 miliar, terang Hotbonar.
Jalan terakhir, Jamsostek menggunakan dana tak bertuan tersebut untuk dana corporate social responsibility (CSR). Hotbonar memastikan, dana CSR yang tersalurkan juga nantinya kepada para pekerja peserta Jamsostek. [Harian Rakyt Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: