RMOL.Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Purbaya Yudhi Sadewa beralasan, pinjaman ke IMF senilai 1 miliar dolar AS (seÂkitar Rp 9,4 triliun) seÂbaÂgai benÂtuk solider. Menurutnya, IMF saat ini saÂngat memÂÂbuÂtuhÂkan dana untuk baiÂlout krisis ekonomi di YunaÂni.
“Ya, kita jadi untuk memÂbeÂrikan pinjaÂman kepada IMF deÂngan pinjaÂman maksimal sebeÂsar 1 miliar doÂlar AS. Ini sebagai bentuk soliÂdaritas untuk menyeÂlamatkan pereÂkonomian dunia,†jelasnya di Jakarta, kemaÂrin.
“Ya, mungkin dari pertemuan itu Presiden SBY sudah memiliki komitmen untuk membantu IMF dengan memberikan utang itu. Namun, pinjaman ini jangan samÂpai membuat kita malah menjadi rugi. Sebab, pinjaman ini kan buÂkannya tanpa bayar. Pemberian pinjaman ini melalui suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI). Jika bunganya antara 50-75 perÂsen setiap dolar. Kita baru akan meÂngetahui rugi atau tidak,’’ beber Purbaya.
Apakah IMF akan memÂberi sanksi jika IndoÂnesia tidak memÂberikan sumbaÂngan? “Sanksi sih tidak ada, tapi kita akan susah jika akan meÂminta pinjaman dari IMF,†katanya.
“Lagi pula bukan hanya InÂdoÂnesia yang memberikan pinÂjaman ini. Saya dengar Brasil juÂga sudah memberikan pinjaman kepada IMF. Jadi ini atas dasar solidaÂritas sesama anggota IMF, IndoÂnesia kan masih menjadi anggota di dalamnya,†imbuh Purbaya.
Menurut Ketua Umum AsosiaÂsi Pengusaha IndoÂnesia (Apindo) Sofjan Wanandi, dengan membeÂrikan pinjaman itu, Indonesia daÂpat menikmati bunga pinjaman dari IMF. “Dari pinjaÂman 1 miÂliar dolar AS itu, nanti kan diÂkembaÂlikan oleh IMF berÂsama bungaÂnya. Jadi saya pikir tidak masalah juga,†ujar Sofjan.
Selain itu, menurut Sofjan, deÂngan memberikan pinjaman terÂsebut, Indonesia akan memÂpeÂroleh keuntungan berupa prestige alias gengsi. “Prestige kita untuk kredibilitas perbankan internaÂsional naik. Jadi, kredit rating kita akan meningkat dan hubuÂngan kita dengan IMF baik,†jelas bos Gemala Group ini.
Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS). juga seÂtuju dengan rencana peÂmerinÂtah InÂdonesia untuk memÂÂberikan pinjaÂman kepada IMF.
“Saya setuju saja. Lagian kan kita nggak besar juga kasih danaÂnya,†ujar Suryo.
Dia mengatakan, jumlah yang diberikan Indonesia sebanyak 1 miliar dolar AS tidak sebanding dengan jumlah yang diberikan negara lain seperti China 43 miÂliar AS dan Malaysia 2 miliar AS.
“Bayangkan, ironis sekali kan dulu kita dibantu sekaÂrang meÂreka yang membutuhÂkan kita,†ungkap Suryo. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: