“Sumbangan Ini Bentuk Solidaritas”

Sofjan: Prestige & Rating Kita Naik

Minggu, 15 Juli 2012, 08:15 WIB
“Sumbangan Ini Bentuk Solidaritas”
ilustrasi/ist

RMOL.Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Purbaya Yudhi Sadewa beralasan, pinjaman ke IMF senilai 1 miliar dolar AS (se­kitar Rp 9,4 triliun) se­ba­gai ben­tuk solider. Menurutnya, IMF saat ini sa­ngat mem­­bu­tuh­kan dana untuk bai­lout krisis ekonomi di Yuna­ni.

“Ya, kita jadi untuk mem­be­rikan pinja­man kepada IMF de­ngan pinja­man maksimal sebe­sar 1 miliar do­lar AS. Ini sebagai bentuk soli­daritas untuk menye­lamatkan pere­konomian dunia,” jelasnya di Jakarta, kema­rin.

“Ya, mungkin dari pertemuan itu Presiden SBY sudah memiliki komitmen untuk membantu IMF dengan memberikan utang itu. Namun, pinjaman ini jangan sam­pai membuat kita malah menjadi rugi. Sebab, pinjaman ini kan bu­kannya tanpa bayar. Pemberian pinjaman ini melalui suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI). Jika bunganya antara 50-75 per­sen setiap dolar. Kita baru akan me­ngetahui rugi atau tidak,’’ beber Purbaya.

Apakah IMF akan mem­beri sanksi jika Indo­nesia tidak mem­berikan sumba­ngan? “Sanksi sih tidak ada, tapi kita akan susah jika akan me­minta pinjaman dari IMF,” katanya.

“Lagi pula bukan hanya In­do­nesia yang memberikan pin­jaman ini. Saya dengar Brasil ju­ga sudah memberikan pinjaman kepada IMF. Jadi ini atas dasar solida­ritas sesama anggota IMF, Indo­nesia kan masih menjadi anggota di dalamnya,” imbuh Purbaya.

Menurut Ketua Umum Asosia­si Pengusaha Indo­nesia (Apindo) Sofjan Wanandi, dengan membe­rikan pinjaman itu, Indonesia da­pat menikmati bunga pinjaman dari IMF. “Dari pinja­man 1 mi­liar dolar AS itu, nanti kan di­kemba­likan oleh IMF ber­sama bunga­nya. Jadi saya pikir tidak masalah juga,” ujar Sofjan.

Selain itu, menurut Sofjan, de­ngan memberikan pinjaman ter­sebut, Indonesia akan mem­pe­roleh keuntungan berupa prestige alias gengsi. “Prestige kita untuk kredibilitas perbankan interna­sional naik. Jadi, kredit rating kita akan meningkat dan hubu­ngan kita dengan IMF baik,” jelas bos Gemala Group ini.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS). juga se­tuju dengan rencana pe­merin­tah In­donesia untuk mem­­berikan pinja­man kepada IMF.

“Saya setuju saja. Lagian kan kita nggak besar juga kasih dana­nya,” ujar Suryo.

Dia mengatakan, jumlah yang diberikan Indonesia sebanyak 1 miliar dolar AS tidak sebanding dengan jumlah yang diberikan negara lain seperti China 43 mi­liar AS dan Malaysia 2 miliar AS.

“Bayangkan, ironis sekali kan dulu kita dibantu seka­rang me­reka yang membutuh­kan kita,” ungkap Suryo.  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA