“Diperkirakan penjualan kenÂdaraan masih akan mengalami perÂÂtumbuhan karena biasanya penjualan meningkat menjelang Lebaran. Tapi bisa menurun teruÂtama setelah Hari Raya Idul Fitri,†ungkapnya saat dikontak Rakyat Merdeka, kemarin.
JongÂkie mengakui, dampak penerapan uang DP (Down PayÂment) 30 persen, kini sudah muÂlai terasa dampaknya, penjualan memang sedikit menurun.
Diakui, permasalahan di inÂdusÂtri otomotif nasional, seperti keÂnaikan uang muka merupakan tantangan yang harus dihadapi agen pemegang merek (APM).
“Kenaikan uang muka sebesar 30 persen adalah salah satu kenÂdala yang kami hadapi saat ini. NaÂmun, kami masih mempunyai straÂtegi untuk meningkatkan penÂjualan,†ujar Jongkie.
Ia menambahkan, penjualan mobil pada semester pertama tahun ini mencapai 534.876 unit, di atas 50 persen dari total penÂcapaian target pada tahun ini yang mencapai 1 juta unit.
Penurunan penjualan dialami PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Meski penjualannya terÂcatat positif bulan Juni lalu, naÂmun secara rinci ada tiga produk Nissan yang mengalami penuÂrunan penÂjualan.
Ketiga varian mobil Nissan yang menurun penjualannya adalah; X-Trail, Frontier NaÂvara dan March. Selama Juni, kendaraan jenis sport utility veÂhicle (SUV) X-Trail haÂnya terÂjual 196 unit atau turun 41 persen dari realisasi penjualan Mei lalu seÂbanyak 332 unit. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: