RMOL. Pemerintah didesak memÂperÂsiapkan moda transportasi unÂtuk masa liburan Lebaran tahun ini. Apalagi, banyak evaluasi terÂhadap kinerja dan pelayanan transportasi pemerintah di tahun lalu yang banyak kekurangannya.
“Pemerintah harus belajar dari kekurangan saat Lebaran tahun lalu. Sekarang harus beÂkerja keÂras agar perjalanan muÂdik di taÂhun ini dapat berjalan lancar, aman dan nyaman,†kata anggota KoÂmisi V DPR MahÂfudz Abdurrahman.
Khusus untuk pengemudi transÂportasi umum, kata MahÂfudz, pemerintah dapat mendesak peÂnyelenggara transportasi meÂlaÂkukan pemeriksaan secara cerÂmat agar kendaraan dan peÂngeÂmuÂdinya berstatus layak jalan. Dia juga mengingatkan upaya penÂcegahan agar motor yang diguÂnakan untuk mudik tidak mengÂangkut lebih dari 2 orang.
“Kami minta pihak-pihak terÂkait segera laksanakan sosialiasi sejak sekarang untuk mencegah tingginya angka kecelakaan,†kata anggota Fraksi PKS ini.
Mahfudz menekankan penÂtingnya pemerintah pusat terus memperbaiki koordinasi dan koÂmunikasi antar instansi, serta koordinasi dengan pemerintah di daerah. Pemerintah daerah juga harus terbuka menyampaikan keÂpada pusat terkait kesiapan dan kondisi di masing-masing daerah, seÂhingga dapat segera dicarikan soÂlusinya. “Semua itu ditujukan untuk siapnya menghadapi libur Lebaran tahun ini,†terangnya.
Menteri Perhubungan (MenÂhub) EE Mangindaan memastiÂkan kenyamanan transportasi keÂreta api akan terkendali karena aniÂmo masyarakat menggunakan kereta api sangat tinggi. “Tetap satu tiket harus satu seat (temÂpat duduk) agar tidak berÂjubel yang mengakibatkan kita harus tamÂbah rangkaian,†katanya.
Menurut Mangindaan, pada 1 Juli PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah menambah tiga rangkaian dan itu pun tiketnya sudah haÂbis. “Berarti cukup baÂnyak yang mau pulang,†katanya.
Selain itu, kendaraan bus pun dipersiapkan dengan penambaÂhan armada. “Banyak instansi peÂmerintah yang menyiapkan raÂtusan bus, salah satunya asuransi Jasa Raharja,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.