Butuh Rp 2,7 Triliun Untuk Golkan Swasembada Gula

Kinerja Buruk BUMN Kristal Putih Jangan Diabaikan

Selasa, 03 Juli 2012, 08:38 WIB
Butuh Rp 2,7 Triliun Untuk Golkan Swasembada Gula
Swasembada Gula
RMOL. Dibutuhkan investasi hingga Rp 2,7 triliun untuk menggolkan proyek swasembada gula. Kinerja buruk BUMN perkebunan jangan diabaikan.

Kebutuhan dana investasi untuk mendukung peningkatan pro­duksi gula selama 2013 dan 2014 diperkirakan sebesar Rp 2,7 triliun, yang akan dipergunakan untuk investasi bidang on farm (lingkup petani) dan off farm (di luar petani). “Sumber pem­bia­yaan investasi berasal dari dana sendiri, ekuitas, dan dana pi­hak ketiga,” ujar Deputi Menteri BUMN Bi­dang Industri Primer Muhammad Zamkhani dalam rapat dengar pendapat bersama Ko­misi VI DPR di Jakarta, kemarin.

Ia memaparkan, luas area pena­naman pada 2013 dan 2014 di­targetkan 312.948 hektar dan 322.972 hektar, dengan jumlah tebu masing-masing 26.249.000 ton dan 27.425.000 ton. Jumlah tebu yang dihasilkan untuk men­dukung target swasembada gula nasional pada 2012 dan untuk 2013 dan 2014 yakni 2.155.960 ton dan 2.320.856 ton.

Sementara itu, produktivitas gula pada 2013 dan 2014 masing-masing 83,9 ton dan 84,9 ton per hektar, rendemen masing-ma­sing 8,21 persen dan 8,46 persen, serta kapasitas terpasang masing-masing 181.630 TCD (ton cane day/ton tebu per hari) dan 186.739 TCD.

Target produksi gula BUMN 2014 sebesar 2,3 juta ton atau 170,46 persen dari produksi gula pada 2011 sebesar 1,3 juta ton. Tar­get tersebut sesuai dengan target program swasembada gula nasional yang dikoordinasi oleh Kementerian Perindustrian de­ngan total produksi gula nasio­nal sebesar 5,7 juta ton pada 2014. Rencana produksi gula BUMN tahun ini mencapai 1,84 juta ton.

Guna mendukung target swa­sembada gula nasional pada 2014, lanjut Muhammad, dapat dilakukan de­ngan peningkatan produksi gula dengan mem­per­luas tanaman tebu. Selain itu, peningkatan produk­tivitas me­la­lui penataan kompo­sisi varie­tas, percepatan pembibi­tan de­ngan menerapkan metode co­lombia, rehabilitasi dan revi­ta­li­sasi pabrik gula serta pening­katan efisiensi pabrik serta pe­ningkatan kualitas hasil produksi.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku prihatin terhadap kinerja usaha pabrik gula pelat merah. Dari sekitar 51 pabrik gula milik BUMN saat ini, kata dia, sebanyak 20 di an–tara­nya mengalami kesulitan keua­ngan. “Kinerjanya sangat buruk. Ini men­jadi agenda Ke­men­terian BUMN untuk menye­hatkannya,” kata Dahlan.

Disebutkan, setidaknya 10 ma­salah yang dihadapi pabrik gula, yaitu mulai dari biaya atau pen­danaan, penanaman, pemeliha­raan, pe­ngi­riman tebu ke pabrik, peng­gi­li­ngan, rendemen, bahan ba­kar pabrik, mesin, hingga ma­naje­men. Kata Dahlan, pihak­nya akan memanggil para ahli da­lam mengelola pabrik gula untuk me­ngatasi masalah-masalah tersebut.

Direktur Utama PT Perkebu­nan Nusantara (PTPN) XI Irwan Basri mengatakan, kendala utama dalam meningkatkan produksi gula saat ini ada pada persoalan revitalisasi on farm yang tidak mak­simal. Sebagai contoh, pi­haknya dijanjikan mendapatkan 43 ribu hektar tambahan lahan untuk tanaman tebu. Namun, sam­pai sekarang baru 7 ribu hek­tar yang ditunjukkan, yakni di Kabupaten Probolinggo, Jatim.

Dalam Rencana Ker­ja dan Ang­garan Perusahaan (RK­AP) 2012, luas areal penana­man tebu seba­nyak 283.879 hektar dengan jumlah tebu 23.257.146 ton, jum­lah gula se­kitar 1.846.939 ton. Produktivitas diperkirakan 81,9 ton per hektar serta ka­pa­sitas terpasang 170.885 TCD. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA