Asal Jangan Ngaret, Tarif KRL Commuter Bisa Naik Rp 2.000

Selasa, 03 Juli 2012, 08:02 WIB
Asal Jangan Ngaret, Tarif KRL Commuter Bisa Naik Rp 2.000
ilustrasi, PT Ke­reta Api Indonesia (KAI)

RMOL. Pelanggan kereta api siap-siap merogoh kocek lagi menyu­sul rencana PT KAI Commuter Jabodetabek, anak usaha PT Ke­reta Api Indonesia (KAI) untuk menaik­kan tarif KRL Commuter Line Rp 2.000 untuk semua tu­juan mu­lai 1 Oktober 2012.

Manager Komunikasi Perusa­haan PT KAI Commuter Jabode­tabek (KCJ) Eva Chairunisa me­ngatakan, pihaknya sudah mela­kukan penghitungan ulang tarif sesuai dengan mekanisme pene­tapan tarif yang berlaku.

“Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT KAI Com­muter Jabo­detabek dengan No­mor 004/KCJ/DIR-OPS/V/2012 tentang Pene­tapan Tarif Commu­ter Line Ta­hun 2012, maka di­tetapkan mu­lai 1 Oktober 2012, tarif ang­kutan KRL Commuter Line di Jabode­tabek akan naik Rp 2.000 untuk semua relasi/tujuan yang tertera pada tiket,” jelas Eva di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan, pihaknya sengaja mengumumkan mulai sekarang untuk proses sosialisasi tiga bulan sebelum diterapkan. Kenaikan tarif KRL Commuter Line Jabodetabek ini untuk ke­perluan perbaikan sarana dan pra­sarana dan demi kelang­su­ngan usaha.

“Kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Dir­jen Perkeretaapian Kemente­rian Perhubungan selaku regula­tor soal penaikan tarif KRL Com­muter Line ini. Sifatnya hanya pemberitahuan karena Commu­ter Line merupakan kereta ko­mer­sial, tidak mendapat subsidi operasio­nal dari pemerintah,” tutur Eva.

Dia berjanji, rencana ke­naikan tarif ini akan dibarengi de­ngan pe­ning­katan pelayanan. Salah satu­nya dengan menambah jum­lah armada KRL Commuter Line.  Pada tahun ini saja, PT KA­I akan mendatangkan 90 unit ke­reta atau gerbong tambahan. Sa­lah seorang konsumen memin­ta agar kenaikan tersebut diikuti dengan kete­patan jadwal berang­kat alias jangan ngaret.

Tambah Gerbong

Untuk menghadapi Lebaran 2012, KAI menambah 114 ribu tiket ekstra (nonreguler) selama periode arus mudik dan arus balik, yang penjualannya mulai dibuka mulai Minggu (1/7).

Kepala Humas PT KAI Su­geng Priyono mengatakan, tiket kereta api tambahan tersebut ter­bagi rata untuk perjalanan ang­ku­tan Le­baran, mulai 12 Agustus hingga 27 Agustus.

“Sebanyak 19 ribu kursi per ha­ri kami per­siapkan untuk me­ngangkut pe­numpang selama 16 hari,” kata Sugeng.

Selain 174 perjalanan kereta api secara nasional, tambah su­geng, PT KAI juga menambah sebanyak 32 perjalanan tambah­an yang terdiri atas 18 kereta ekse­kutif dan 14 kereta ekonomi.

Berdasarkan pantauan di lapa­ngan, puluhan calon pe­num­pang mengantri di empat loket yang dibuka di Stasiun Gam­bir, Ja­karta Pusat. Kebanya­kan dari mereka ingin memesan tiket ke­reta api un­tuk tujuan Yogya­karta dan Solo pada tanggal keberang­katan menjelang Lebaran.

“Saya ingin memesan tiket ke­reta untuk pulang ke Solo tanggal 17 Agustus. Semoga masih ada tiket untuk keberang­katan tang­gal itu, apa saja kereta­nya,” kata Eva (28), karyawan swasta, di Stasiun Gambir, Ja­kar­ta, Minggu siang (1/7). [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA