Produsen Indonesia Mesti Gali Potensi Pasar Domestik

Jumat, 29 Juni 2012, 08:01 WIB
Produsen Indonesia Mesti Gali Potensi Pasar Domestik
ilustrasi, pasar
RMOL.Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, konsumsi rumah tangga menyumbang hingga 54,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2011, sehingga produsen dalam negeri harus le­bih menggali potensi tersebut.

“Jika bukan produsen Indo­nesia yang memanfaatkan pasar dalam negeri, maka pengusaha asing yang akan meman­faat­kan­nya,” kata Bayu, kemarin.

Menurut Bayu, telah banyak pe­ngusaha asing yang sangat sa­dar de­ngan potensi pasar do­mes­tik In­donesia yang jumlah pen­du­duk­nya mencapai 240 juta jiwa.

Ia juga mengingatkan, Indo­nesia semakin dilirik karena me­ningkatnya jumlah kelas me­ne­ngah yang mencerminkan pe­ning­katan daya beli masyarakat dan potensi pasar domestik yang tidak boleh diabaikan.

Bayu menggarisbawahi pen­tingnya penguatan pasar dalam negeri yang terselamatkan dari krisis yang terjadi di Amerika dan Eropa, antara lain karena kon­sumsi pasar domestik yang tinggi yang semestinya dapat terus diarahkan kepada produk-pro­duk dalam negeri.

“Dampaknya tentu akan sa­ngat positif terhadap perekono­mian Indonesia dan kesejahte­raan ma­syarakat,” terangnya.

Bayu juga mengutarakan, ha­rapan­nya agar produk dalam ne­geri dan produk kuliner Indo­nesia dapat bersaing dan dikenal luas di pasar internasional. Na­mun, sebelum dapat eksis di du­nia glo­bal, maka produk Indo­ne­sia juga diharapkan dapat me­nak­lukkan pasar dalam negeri.

Kementerian Perindustrian se­belumnya menyatakan, akan me­lindungi pasar dalam negeri dari serbuan produk impor de­ngan me­ngeluarkan ketentuan Stan­dar Nasional Indonesia (SNI), w­a­jib bagi barang elektronik yang telah memiliki kompetensi tinggi.

“Saat ini Kemenperin telah me­nerapkan Standar Nasional In­donesia (SNI) wajib untuk pom­pa air, setrika listrik dan televisi tabung (CRT),” kata Menteri Per­industrian MS Hidayat.

Selain itu, kata dia, Ke­men­pe­rin juga tengah menyusun SNI wajib untuk 37 produk elektronik konsumsi, disamping penguatan balai besar bahan barang teknik serta Balai Riset dan Standarisasi (Baristan) Surabaya untuk uji laboratorium barang elektronik.

Sebab itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mem­per­ki­rakan pertumbuhan ekonomi pa­da triwulan II 2012 akan lebih baik dari triwulan I yang hanya mencapai angka 6,3 persen.

“Pengalaman kita di kuartal II, III dan IV pertumbuhan ekonomi akan lebih baik,” ujarnya.

 Dalam upaya menjaga pertum­buhan ekonomi tetap stabil dan meningkat, pemerintah akan men­dorong percepatan realisasi be­lanja modal serta meningkatkan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) sebagai stimulus fiskal.

“Kalau nanti stimulus dalam bentuk percepatan pembiayaan infrastruktur itu dicairkan, akan membuat ekonomi kita lebih baik. Termasuk rencana kenaikan PTKP, yang itu akan membuat masyarakat mendorong per­eko­no­miannya,” jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA