“Kami mengandeng Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk bertindak sebagai pengawas daÂlam proses perekrutan PNS,†kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar AbuÂbakar usai penandaÂtaÂngaÂnan kesepaÂkatan kerja sama (MeÂmoÂrandum of UndersÂtanÂding/MoU) dengan ICW di kanÂtor KemenÂpan-RB, kemarin.
Menurut Azwar, kerja sama ini merupakan bagian dari peÂngemÂbangan sistem anti koÂrupÂsi, koÂlusi dan nepotisme (KKN) dalam proses seleksi PNS sebaÂgai baÂgian dari proses reformasi biroÂkraÂsi. Ia pun berharap, kerja sama ini menghasilkan proses pereÂkruÂtan PNS yang baik dan berkualitas.
Apalagi, tahun ini penerimaan CPNS reguler atau melalui jalur umum akan kembali dibuka deÂngan berakhirnya pemberlaÂkuan moratorium. Dari 60 ribu orang yang dijatahi, baru sekitar 20 ribu lowongan untuk daerah maupun pusat. Sementara yang baru diseÂtujui sekitar 10 ribu orang. BahÂkan, sudah ada 10 universitas yang diajak untuk bekerja sama.
Azwar mengatakan, dalam proÂÂses penyaringan PNS ini nanÂtinya akan menggunakan semÂbilan langkah. Kesembilan langÂkah itu tentunya bertujuan untuk menciptakan penyeleksian CPNS secara fair dan terbuka. TermaÂsuk di dalamnya upaya promosi tenÂtang pengadaan perekrutan PNS kepada masyarakat.
“Langkah ini menepis penÂdaÂpat masyarakat kalau nggak puÂnya pelincin nggak usah jadi PNS. Tes masuk CPNS dijadÂwalkan akan dilakukan akhir taÂhun ini,†ucapnya.
Dia menyatakan, penerimaan CPNS tersebut dibuka untuk seÂluruh departemen dan pemeÂrinÂtah daerah hingga tingkat kaÂbuÂpaten dan kota melalui jalur umum yang didasari analisa jaÂbatan.
“Tapi syaratnya daerah harus membuat analisa kebuÂtuhan, apa yang sudah ada dan apa yang beÂlum ada,†jelasnya.
Di samping itu, pemerintah tiÂdak akan menerima perÂmoÂhonan pengangkatan calon PNS di daeÂrah jika pemerintah daerah tidak menyampaikan peta jaÂbatan. UnÂtuk itu, Azwar meminta pemeÂrinÂtah daerah terlebih daÂhulu meÂÂngajukan permohonan pengÂangÂkatan pegawai sesuai keÂbutuhan untuk memberikan pelaÂyanan daÂsar kepada masyarakat.
Koordinator ICW Danang WiÂdoÂyoko menyambut baik ajakan Kemenpan-RB ini. Menurutnya, apabila seleksi CPNS dilakukan dengan baik dan bersih akan menghasilkan pelayan maÂsyaÂrakat yang baik pula.
“ICW mau bekerja sama kaÂrena ini demi kepentingan kita semua. Untuk menjaga indeÂpenÂdensi, ICW melakukan ini tanÂpa menggunakan uang dari APBN,†ungkap Danang.
Menurut dia, keberadaan PNS menyangkut kepentingan semua masyarakat. Sebab itu, PNS yang terpilih harus berkualitas. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: