Indonesia Niat Akuisisi 10 % Blok Migas di Irak

Kamis, 28 Juni 2012, 08:15 WIB
Indonesia Niat Akuisisi 10 % Blok Migas di Irak
ilustrasi/ist
RMOL.Indonesia akan meng­aku­i­sisi 10 persen blok migas Irak dalam penandatanganan kerja sama (Memorandum of Und­ers­tanding/MoU) Irak-Indo­nesia yang membahas energi.

“Kami ingin mengakuisisi 10 persen blok migas Irak,” ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di Jakarta, kemarin.

Karen menjelaskan, ada lima operator yang memiliki blok migas super giant, yakni satu lapangan berkapasitas 2,5 juta barel per hari (bph). Kemudian dua lapangan berkapasitas 1,8 juta bph serta dua lapangan lain sekitar 1,2 juta bph.

“Tapi semua sudah ada ope­ratornya. Kami harus bicara B to B (business to business) de­ngan kelima operator. Kalau sepakat, mereka ha­rus menda­patkan izin Pe­me­rintah Irak de­ngan siapa me­reka ber­di­­ves­tasi dan nanti deputi beri­kan dukungannya,” jelas Karen.

Dia mengungkapkan, target yang ingin dicapai mungkin di satu yang 2,5 juta barel dan satu lagi di 1,8 juta barel. “Kalau masing-masing 10 persen kan sudah dapat 250 ribu dan 180 ribu untuk energi sekuriti di Indonesia,” pungkas Karen.

Untuk diketahui, kemarin, Menteri Energi dan Sumber Da­ya Mineral (ESDM) Jero Wa­cik dan Deputi Wakil Per­dana Menteri Energi Irak Hus­sain Al-Shahristani menyak­sikan penandatanganan MoU Bidang Energi dan Sumber Da­ya mi­neral dalam kerja sama eko­nomi antara Indo­nesia dan Irak.

“Penandatanganan MoU ini menjadi bukti keseriusan ke­dua pemerintahan untuk me­lakukan kerja sama dalam bi­dang eko­nomi,” ujar Menteri ESDM Jero Wacik.

Indonesia optimis dan ingin terlibat secara aktif terhadap pemulihan ekonomi Irak. Oleh karena itu, Pemerintah Indo­nesia mendorong keterlibatan BUMN dan swasta dalam pem­bangunan infrastruktur bagi pemulihan ekonomi Irak.

“Seperti kita ketahui, Irak melakukan rekonstruksi besar-besaran untuk memulihkan perekonomian dan in­fra­struk­tur. Terkait dengan itu, Indo­nesia melihat Irak sebagai ne­gara strategis, terutama da­lam program pembangunan sektor yang signifikan dan penting dari Irak,” ujar Wacik.

Pemerintah Indonesia juga menargetkan dapat ikut ber­partisipasi dalam produksi minyak di Irak dari target 10 juta barel minyak per hari (BOPD), kontribusi Indonesia diharapkan mencapai 10 per­sen dari produksi minyak saat ini sebesar 3 juta barel.

“Bagi Indonesia ini penting sekali, 10 persen saja dari target produksi itu akan besar sekali efeknya bagi ekonomi Indo­nesia,” kata Wacik.

Menteri asal Partai De­mok­rat ini menyatakan, kerja sama tersebut merupakan kesem­pa­tan bagi Indonesia untuk mem­perbesar produksi minyak da­lam negeri, mengingat pro­duk­si minyak terus melorot setiap tahunnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA