“Meskipun modifikasi itu berÂtujuan meningkatkan penjualan, tetapi mengakibatkan Hyundai vehicle (sebutan untuk mobil koÂmersial) Hyundai menjadi bermaÂsalah, sehingga kepercayaan konÂsumen di Indonesia merosot,†kata Deputi GM Mobil KomerÂsial HMC untuk Asia Pasific Seung-Min Lee dalam keteraÂngan persnya yang diterima di Jakarta, kemarin.
Menurut Lee, turunnya penjuÂalan moÂÂÂbil komersial Hyundai di InÂdoÂÂnesia juga karena tidak terÂcaÂpai target penjualan, sehingga HMC memutuskan kontrak kerja sama dengan KHI.
Lee menambahkan, KHI tidak memenuhi target penjualan seÂbanyak 25 ribu unit dalam waktu lima tahun. KHI sejak 2007 hingga 2012 ini baru berhasil menjual sebanyak 7.361 unit kendaraan bus dan truk merek Hyundai.
Menanggapi hal itu, DiÂrektur KHI Seo Jeong Sik meÂngaÂtakan, upaya memaksimalkan kapasitas daya angkut untuk seÂbagian truk Hyundai di Indonesia itu bukan inisiatif KHI. Cara seÂperti itu, suÂdah menjadi perilaku kebaÂnyaÂkan konsumen di IndoÂnesia.
“KHI sulit mengonÂtrol perilaÂku konsumen tersebut, karena kebaÂnyakan konsumen membeli kenÂdaraan dalam bentuk sasis kosong (tanpa bak belaÂkang), deÂngan tujuan bisa memoÂdifiÂkasi kendaÂraan agar sesuai deÂngan kebutuhÂan. Jadi, modifiÂkasi tersebut atas permintaan konÂsuÂmen sendiri,†jelasnya.
Perilaku memaksimalkan daya angkut kendaraan, menurut Seo, bukan hanya dilakukan konÂsuÂmen Hyundai Vehicle, tapi juga seluruh konsumen bus dan truk merek lain selain HyunÂdai.
Jika merek lain tidak bermasaÂlah secara teknis, maka lain halÂnya dengan mobil komersial HyunÂÂdai yang bermasalah saat kapsitas angkut ditingkatkan. Atas kenyataan tersebut, Seo memÂpertanyakan kapasitas makÂsimum muatan 3,5 ton yang diÂpaÂtok HMC, karena tidak sesuai dengan karakteristik konsumen bus dan truk di Indonesia.
“PadaÂhal HMC mengklaim teÂlah melaÂkukan riset pasar seÂbelum kerja sama antara KHI dan HMC dilakukan,†katanya.
Karena itu, Seo menilai, perÂsoalan rusaknya beberapa komÂponen akibat kelebihan muaÂtan tidak bisa sepenuhnya menÂjadi kesalahan KHI dan konÂsuÂmen.
Seo juga mengakui, KHI tidak memenuhi target penjualan yang ditetapkan. Namun. dia tidak seÂtuju jika tidak tercapainya target penjualan KHI menjadi tanggung jawab KHI sepenuhnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: