Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenÂkomÂinfo) perlu menerapkan prinsip keÂhati-hatian dan memakai meÂtode beauty contest dalam meÂleÂlang kanal 3G tersebut, mengÂingat beberapa operator sangat mengÂincar kedua blok itu.
Bekas anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRÂTI) Heru Sutadi mengatakan, KeÂmenkominfo mesti menyusun perÂsyaratan yang transparan dan akuntabel dalam penambahan kanal frekuensi seluler 3G, seÂhingga tidak menimbulkan perÂmasalahan di kemudian hari.
â€Persyaratan yang harus diperÂhatikan meliputi komitmen opeÂrator rasio jumlah pelanggan, prosÂpek Âpertumbuhan pelanggan dan layanan ke depannya,†kata Heru kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Senin (18/6).
Menurut Heru, kepemilikan frekuensi harus dipertimbangkan secara total dan kecukupan keÂpemilikan freÂkuÂensi dari setiap operator peÂserta seleksi serta mempeÂrÂhiÂtungkan aspek kebuÂtuhan spekÂtrum dari rasio spekÂtrum terhadap pengguna mobile broadband berbasis 3G.
â€Untuk itu, perlu dilakukan evaÂluasi pembangunan lima taÂhun sebelumnya yang dilaÂkuÂkan operator dan komitmen pemÂbangunan lima tahun ke depan yang bisa dilihat dari lisensi moÂdern dan Regulatory Financial Report (RFR),†ungkap Heru.
Yang perlu diperhatikan, lanÂjut Heru, adalah upaya menyaÂtukan dua blok tersisa (11 dan 12) daÂlam satu paket alias menÂjadi 10 Mhz. Dua blok yang terÂsisa harus dialokasikan dalam dua blok, bukan menjadi satu blok sebesar 10 Mhz.
â€Jika dijadikan dalam satu paÂket, maka akan memungkinkan pemenang hanya satu operator seÂhingga multiplier-effect peÂnamÂÂbahan frekuensi tidak terÂjadi,†sambung Heru.
Anggota Komite BRTI Nonot Harsono menjelaskan, persÂyaÂÂratan beauty contest untuk tamÂbahan blok 3G sebenarnya belum diplenokan. Soal kriÂteria beauty contest juga belum diÂputuskan.
â€Tunggu pengumuman resÂminya saja. Kami maunya antiÂsipasi ke rencana migrasi tekÂnoÂlogi dan kaitannya dengan poÂtenÂsi tingkat persaingan,†katanya.
Menurut Nonot, empat opeÂrator yang berminat ikut seleksi menÂdapatkan blok ketiga di freÂkuensi 3G adalah Telkomsel, XL Axiata, Axis dan Three.
Tahun ini, Telkomsel sendiri menargetkan jumlah pelanggan data mencapai 67 juta, naik dari sekitar 49 juta nomor pada akhir 2011. Layanan data ini mencaÂpai 36 persen bagi total omset TelÂkomÂsel pada akhir 2011.
Adapun jumlah pelanggan seluler Telkomsel diproyeksikan mencapai 110 juta nomor pada akhir 2012. Hingga kuartal perÂtama, Telkomsel memiliki 45.000 Base Transceiver Station (BTS), dimana 10.000 di antaÂranya Node B (BTS 3G).
Sementara XL pada 2012 akan membangun Node B sebaÂnyak 4.000 unit, sehingga akhir tahun akan memiliki sekitar 10.000 Node B yang tersebar di seluruh Indonesia.
Total BTS XL akan mencapai sekitar 32.000 BTS (2G dan 3G). Hingga tutup 2011, jumlah peÂlangÂgan XL mencapai 46,4 juta nomor dan diperkirakan akan mencapai sekitar 50 juta sampai akhir 2012.
Jumlah pelanggan data XL berÂkisar 27 juta pelanggan data pada 2011, di mana sekitar 7 juta di antaranya merupakan pengÂguna data aktif yang ditargetkan menÂcapai 14 juta pada tahun ini.
Trafik penggunaan data XL selama tahun tahun 2011 menÂcapai 10,6 pentabyte dan diperÂkiÂrakan bisa melonjak hingga tiga kali lipat pada 2012. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: