Menteri Tifatul Nggak Boleh Sembarang Lelang Kanal 3G

Mesti Terapkan Kriteria Beauty Contest

Rabu, 20 Juni 2012, 08:13 WIB
Menteri Tifatul Nggak Boleh Sembarang Lelang Kanal 3G
ilustrasi/ist
RMOL.Rencana lelang kanal 3G yang saat ini tersedia dua blok, yaitu blok 11 dan 12 bakal alot. Ada beberapa hal yang perlu dikaji sebelum kedua blok tersebut dilelang ke pasar.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen­kom­info) perlu menerapkan prinsip ke­hati-hatian dan memakai me­tode beauty contest dalam me­le­lang kanal 3G tersebut, meng­ingat beberapa operator sangat meng­incar kedua blok itu.

Bekas anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BR­TI) Heru Sutadi mengatakan, Ke­menkominfo mesti menyusun per­syaratan yang transparan dan akuntabel dalam penambahan kanal frekuensi seluler 3G, se­hingga tidak menimbulkan per­masalahan di kemudian hari.

”Persyaratan yang harus diper­hatikan meliputi komitmen ope­rator rasio jumlah pelanggan, pros­pek ­pertumbuhan pelanggan dan layanan ke depannya,”  kata Heru kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Senin (18/6).

Menurut Heru, kepemilikan frekuensi harus dipertimbangkan secara total dan kecukupan ke­pemilikan fre­ku­ensi dari setiap operator pe­serta seleksi serta mempe­r­hi­tungkan aspek kebu­tuhan spek­trum dari rasio spek­trum terhadap pengguna mobile broadband berbasis 3G.

”Untuk itu, perlu dilakukan eva­luasi pembangunan lima ta­hun sebelumnya yang dila­ku­kan operator dan komitmen pem­bangunan lima tahun ke depan yang bisa dilihat dari lisensi mo­dern dan Regulatory Financial Report (RFR),” ungkap Heru.

Yang perlu diperhatikan, lan­jut Heru, adalah upaya menya­tukan dua blok tersisa (11 dan 12) da­lam satu paket alias men­jadi 10 Mhz. Dua blok yang ter­sisa harus dialokasikan dalam dua blok, bukan menjadi satu blok sebesar 10 Mhz.

”Jika dijadikan dalam satu pa­ket, maka akan memungkinkan pemenang hanya satu operator se­hingga multiplier-effect pe­nam­­bahan frekuensi tidak ter­jadi,” sambung Heru.

Anggota Komite BRTI Nonot Harsono menjelaskan, pers­ya­­ratan beauty contest untuk tam­bahan blok 3G sebenarnya belum diplenokan. Soal kri­teria beauty contest juga belum di­putuskan.

”Tunggu pengumuman res­minya saja. Kami maunya anti­sipasi ke rencana migrasi tek­no­logi dan kaitannya dengan po­ten­si tingkat persaingan,” katanya.

Menurut Nonot, empat ope­rator yang berminat ikut seleksi men­dapatkan blok ketiga di fre­kuensi 3G adalah Telkomsel, XL Axiata, Axis dan Three.

Tahun ini, Telkomsel sendiri menargetkan jumlah pelanggan data mencapai 67 juta, naik dari sekitar 49 juta nomor pada akhir 2011. Layanan data ini menca­pai 36 persen bagi total omset Tel­kom­sel pada akhir 2011.

Adapun jumlah pelanggan seluler Telkomsel diproyeksikan mencapai 110 juta nomor pada akhir 2012. Hingga kuartal per­tama, Telkomsel memiliki 45.000 Base Transceiver Station (BTS), dimana 10.000 di anta­ranya Node B (BTS 3G).

Sementara XL pada 2012 akan membangun Node B seba­nyak 4.000 unit, sehingga akhir tahun akan memiliki sekitar 10.000 Node B yang tersebar di seluruh Indonesia.

Total BTS XL akan mencapai sekitar 32.000 BTS (2G dan 3G). Hingga tutup 2011, jumlah pe­lang­gan XL mencapai 46,4 juta nomor dan diperkirakan akan mencapai sekitar 50 juta sampai akhir 2012.

Jumlah pelanggan data XL ber­kisar 27 juta pelanggan data pada 2011, di mana sekitar 7 juta di antaranya merupakan peng­guna data aktif yang ditargetkan men­capai 14 juta pada tahun ini.

Trafik penggunaan data XL selama tahun tahun 2011 men­capai 10,6 pentabyte dan diper­ki­rakan bisa melonjak hingga tiga kali lipat pada 2012. [Harian Rakyat Merdeka]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA