RMOL. Chairman Bumi Plc. Samin Tan yang untuk pertama kalinya memimpin rapat umum pemeÂgang saham di London, Inggris, mengataÂkan, fokus utama perusaÂhaanÂÂnya saat ini adalah untuk mengurangi beban utang.
PeruÂsahaan tersebut berusaha meÂmangÂkas beban utaÂngÂnya keÂpada salah satu kreÂditor sebanyak 600 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,4 triliun. PeÂmangÂkasan utang ini akan diÂumumÂkan pada AgusÂtus atau September 2012.
Seperti diketahui, saat ini PT Bumi Resources Tbk memiliki utang senilai 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 11,7 triliun keÂpada China Investment Corp. Utang ini akan jatuh tempo pada Oktober 2014 dan 2015.
Samin Tan mengaku untuk pertama kali, setelah mengambil-alih 65 persen saham perusahaan tahun ini bertemu dengan para investor. Banyak dari mereka yang terkejut dengan pergantian CEO Ari Hudaya dan Nathaniel Rothschild dari posisi Co-ChairÂman Bumi Resources.
Pergantian itu terjadi setelah adanya perselisihan anÂtara RothÂschild dengan ChairÂman Bumi Plc terdahulu, Indra BakÂrie. Alih-alih fokus pada renÂcana pemangÂkasan utang, pemeÂgang saham dan investor yang hadir justru baÂnyak memÂpertaÂnyakan perihal perÂgantian keduaÂnya dari Bumi Plc.
Indra Bakrie, yang keluarganya merupakan pemegang saham terÂbesar, yakni sebanyak 23,8 persen tampak tidak menghadiri perteÂmuan pemegang saham. Posisi Indra kini turun dari seÂbeÂlumÂnya Chairman, menjadi Co-ChairÂman. Akibat keputusan terÂsebut, Tan menerima kritik dari dua peÂmegang saham yang memÂperÂtanyakan ketidakhadiran Bakrie.
“Saya sangat terkejut dengan perÂgantian Bakrie sebagai ChairÂman yang tanpa melalui disÂkusi,†papar Andrew Hickman, yaÂng juga bekerja untuk Down to Earth sebuah lembaga NGO daÂlam pertemuan tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: