Dirjen Industri Agro KeÂmenÂterian Perindustrian (KeÂmenÂperin) Benny Wahyudi mengaÂtaÂkan, kebijakan pengurangan kuota daging yang dilakukan taÂhun ini berdampak pada industri daging pengolahan dalam negeri.
“Saat ini banyak industri daÂging pengolahan mengalami keÂkuÂraÂngan bahan baku daging akibat pengurangan kuota impor daging,†ujar Benny di kantornya, kemarin.
Dia mengatakan, kuota impor daging yang disetujui Kementan taÂhun ini sebesar 34 ribu ton. PaÂdahal, jumlah kuota impor daging tahun lalu mencapai 92 ribu ton. BeÂsarnya pemotongan kuota itu tentu mencekek pasokan industri pengolahan dalam negeri.
Padahal, kebutuhan daging inÂdustri pengolahan seperti industri soÂsis tahun ini mencapai 10-11 ribu ton. “Besaran 34 ribu ton itu diÂcampur dengan daging konÂsumsi,†jelasnya.
Menurut Benny, pemotongan kuota impor itu terkait rencana peÂmerintah melakukan swasemÂbaÂda daging 2014. Bahkan, tahun deÂpan pemerintah menargetkan kuota impor daging hanya 17 ribu ton.
Sedangkan, pasokan daging dalam negeri hingga kini belum bisa memenuhi pasokan industri pengolahan. Ditambah kuaÂlitasÂnya juga belum sesuai dengan keÂbutuhan. Alhasil, kondisi ini memÂbuat beberapa industri tutup. Saat ini ada 3-4 perusahaan yang sudah tutup.
“Rumah pemotongan hewan (RPH) belum memiliki fasilitas mesin pendingin karena yang dibutuhkan industri ini daging beku. Kondisi ini membuat inÂdusÂtri harus mengeluarkan angÂgaran tambahan untuk membeli fasilitas pendingin,†katanya.
Untuk mengantisipasi hal terÂsebut, pihaknya sudah berkoorÂdiÂnasi dengan Kementan untuk menambah kuota impor dan meÂmisahkan kuota impor daging unÂtuk industri pengolahan deÂngan daging konsumsi. “KeÂlihatannya akan ditambah berÂtahap,†jelasÂnya.
Direktur Industri Makanan Direktorat Jenderal Industri Agro KeÂmenterian PerindusÂtrian Faiz Ahmad menjelaskan, kebutuhan daging industri 2011 mencapai 19,5 ribu ton dan setiap tahunnya mengalami kenaikan 5 persen.
Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan rencana pemeÂrintah yang akan mengurangi kuota impor daging secara berÂtahap hingga 2014 seiring dengan kebijakan swasembada daging. Tahun ini saja kuota impor yang diberikan secara keseluruhan hanya 34 ribu ton. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: