Aduh, Produk Tekstil Masih Dikuasai China

Kemenperin Genjot Industri Kreatif Tumbuh

Rabu, 13 Juni 2012, 08:00 WIB
Aduh, Produk Tekstil Masih Dikuasai China
ilustrasi/ist
RMOL.Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginginkan pertumbuhan industri kreatif meningkat rata-rata 7 persen per tahun dengan nilai ekspor 13 miliar dolar AS per tahun.

“Kita targetkan untuk industri fesyen dan kerajinan serta kom­puter dan piranti lunak,” ujar Menteri Perindustrian (Men­perin) MS Hidayat di sela-sela pem­bukaan Pameran Fe­syen dan Ke­rajinan Dewan Kerajinan Na­sional (Dekranas) di Ke­men­perin, kemarin.

Menurut Hidayat, sektor-sek­tor ter­sebut memberikan kon­tribusi yang tinggi untuk per­tumbuhan eko­nomi, baik untuk nilai tam­bah, tenaga kerja dan ekspor. Ni­lai tambah yang diha­silkan oleh industri fesyen dan kerajinan se­cara berturut-turut sebesar 44,3 per­sen dan 24,8 per­sen dari totol kon­tribusi sektor industri kreatif. Hal itu ditambah dengan penye­rapan jumlah tenga kerja yang mencapi 54,3 persen dan 31,13 persen.

Hidayat mengatakan, ekspor dari sektor ini mencapai 13 mi­liar dolar AS per tahun. Ting­ginya do­minasi kedua sektor itu dipe­ngaruhi popula­sinya yang me­nyebar di seluruh Indonesia. Menetri dari Partai Golkar itu berharap, industri kreatif ini bi­sa me­numbuhkan wirausaha ba­ru de­ngan inovasi baru pula.

Dirjen Industri Kecil dan Me­nengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah mengatakan, saat ini produk tekstil masih dikuasai serbuan barang-barang China. Karena itu, pihaknya akan ber­usaha meningkatkan daya saing produk tekstil dalam negeri.

Euis mengakui, inovasi dan ma­najeman IKM masih belum begitu bagus. Apalagi tahun lalu in­deks usaha kecil menengah (UKM) juga rendah. Na­mun, dia berharap ke de­pan­ per­lu dimun­culkan IKM yang ber­basis tek­nologi sehing­ga bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Untuk meningkatkan daya saing, pihaknya akan mengebut restrukturisasi permesinan tektil. Pasalnya, saat ini mesin-mesin tekstil yang dimiliki sudah ba­nyak yang tua.

Saat ini pihaknya sedang me­la­kukan penjajakan dengan Pe­me­­rintah Turki terkait rencana im­­por mesin tekstil. Menurut Euis, pemerintah melakukan itu un­­­tuk mengurangi ketergan­tu­ngan impor mesin tekstil dari China. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA