Menteri ESDM Jualan Pariwisata Di Depan Pengusaha Batubara

Selasa, 05 Juni 2012, 09:58 WIB
Menteri ESDM Jualan Pariwisata Di Depan Pengusaha Batubara
Jero Wa­cik

RMOL. Meski sudah tidak menjabat Menteri Kebudayaan dan Pari­wisata, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wa­cik masih tetap mengkam­pa­nyekan pariwisata Indonesia.

Promosi wisata dilakukannya di depan para pengusaha dalam acara 18 Annual Coaltrans Asia 2012 Conferences di Nusa Dua, Bali, kemarin.

“Dalam program pemerintah, Indonesia mempunyai satu cara untuk pembangunan dan me­majukan ekonomi negara yakni dengan TTI (Tourism, Tread and Invesment),” kata Jero dalam sambutannya.

Menurutnya, orang asing yang ingin membuka usaha di Indo­nesia akan dimulai dari tourism alias pariwisata. “Pariwisata ada­lah salah satu fokus peme­rintah Indonesia, seperti penye­lengga­raan konfe­ren­si Coaltrans ini, para calon investor datang ke Bali salah satu tujuannya tidak lain untuk pari­wisata,” ucapnya.

Apalagi pada 2005 Bali dite­tapkan sebagai tempat pariwi­sata terbaik di Amerika.

“Saya yang terima peng­har­ga­an tersebut di New York, Ame­rika. Makanya tidak heran bia­sanya konferensi coaltrans ini diadakan di Eropa dan beberapa negara Asia yang hadir hanya 100-200 orang saja, di Indonesia ini, kata panitia yang datang mencapai 2.200 orang peserta,” ungkap Wacik lagi.

Politisi Partai Demokrat ini me­nyatakan, pariwisata bagi peme­rintah adalah suatu awal per­gerakan ekonomi sebuah negara.

“Saya minta kepada saudara (pengusaha batubara asing) pu­lang dari Bali ceritakanlah ke­pa­da kerabat bagaimana indah­nya Indonesia yang warganya ramah dan baik. Kalau anda lihat satu dua demonstrasi, itu karena kita negara demokrasi. Kalau ada rusuh itu hanya sebagian kecil dari luasnya negeri Indonesia,” terangnya.

Selain itu, Wacik menyatakan, perusahaan asing maupun do­mestik khususnya pertambangan batu­bara sangat besar dalam mem­berikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indo­ne­sia. Oleh sebab itu, dia mengajak para pelaku usaha asing pro pada pertumbuhan ekonomi nasional, pro lapangan kerja, pro ling­ku­ngan serta pro pengentasan ke­miskinan di Indonesia.

Jika keempat hal itu tidak da­pat dipenuhi para pelaku usaha tam­bang, Wacik meminta peru­sahaan itu tidak berusaha me­lakukan bis­nis di Indonesia. Dia bah­kan tak segan-segan me­ngam­bil jalan hu­kum untuk me­­nin­dak perusahaan yang melanggar.

Ancaman itu dilontarkan lan­taran masih banyaknya perusa­haan pertambangan yang menye­pelekan lingkungan hidup dan sosial di sekitar lokasi tam­bang. Dia berharap, perusahaan ber­ko­mit­men menjaga lingkungan de­ngan mereklamasi dan mere­boi­sasi lokasi bekas tambang dan meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat di sekitar lokasi tambang.  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA