RMOL. Meski sudah tidak menjabat Menteri Kebudayaan dan PariÂwisata, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero WaÂcik masih tetap mengkamÂpaÂnyekan pariwisata Indonesia.
Promosi wisata dilakukannya di depan para pengusaha dalam acara 18 Annual Coaltrans Asia 2012 Conferences di Nusa Dua, Bali, kemarin.
“Dalam program pemerintah, Indonesia mempunyai satu cara untuk pembangunan dan meÂmajukan ekonomi negara yakni dengan TTI (Tourism, Tread and Invesment),†kata Jero dalam sambutannya.
Menurutnya, orang asing yang ingin membuka usaha di IndoÂnesia akan dimulai dari tourism alias pariwisata. “Pariwisata adaÂlah salah satu fokus pemeÂrintah Indonesia, seperti penyeÂlenggaÂraan konfeÂrenÂsi Coaltrans ini, para calon investor datang ke Bali salah satu tujuannya tidak lain untuk pariÂwisata,†ucapnya.
Apalagi pada 2005 Bali diteÂtapkan sebagai tempat pariwiÂsata terbaik di Amerika.
“Saya yang terima pengÂharÂgaÂan tersebut di New York, AmeÂrika. Makanya tidak heran biaÂsanya konferensi coaltrans ini diadakan di Eropa dan beberapa negara Asia yang hadir hanya 100-200 orang saja, di Indonesia ini, kata panitia yang datang mencapai 2.200 orang peserta,†ungkap Wacik lagi.
Politisi Partai Demokrat ini meÂnyatakan, pariwisata bagi pemeÂrintah adalah suatu awal perÂgerakan ekonomi sebuah negara.
“Saya minta kepada saudara (pengusaha batubara asing) puÂlang dari Bali ceritakanlah keÂpaÂda kerabat bagaimana indahÂnya Indonesia yang warganya ramah dan baik. Kalau anda lihat satu dua demonstrasi, itu karena kita negara demokrasi. Kalau ada rusuh itu hanya sebagian kecil dari luasnya negeri Indonesia,†terangnya.
Selain itu, Wacik menyatakan, perusahaan asing maupun doÂmestik khususnya pertambangan batuÂbara sangat besar dalam memÂberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi IndoÂneÂsia. Oleh sebab itu, dia mengajak para pelaku usaha asing pro pada pertumbuhan ekonomi nasional, pro lapangan kerja, pro lingÂkuÂngan serta pro pengentasan keÂmiskinan di Indonesia.
Jika keempat hal itu tidak daÂpat dipenuhi para pelaku usaha tamÂbang, Wacik meminta peruÂsahaan itu tidak berusaha meÂlakukan bisÂnis di Indonesia. Dia bahÂkan tak segan-segan meÂngamÂbil jalan huÂkum untuk meÂÂninÂdak perusahaan yang melanggar.
Ancaman itu dilontarkan lanÂtaran masih banyaknya perusaÂhaan pertambangan yang menyeÂpelekan lingkungan hidup dan sosial di sekitar lokasi tamÂbang. Dia berharap, perusahaan berÂkoÂmitÂmen menjaga lingkungan deÂngan mereklamasi dan mereÂboiÂsasi lokasi bekas tambang dan meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat di sekitar lokasi tambang. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.