Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis berjanji akan minta keterangan langsung pada Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengenai staÂtus clear calon anggota DK OJK.
MenurutÂnya, Menkeu yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel) DK OJK harus menjelaskan keÂpada KoÂmisi XI DPR terkait status calon-calon yang sudah diajukan.
“Kami akan panggil Pansel untuk mengÂkonfirmasi hal terseÂbut. RencanaÂnya minggu depan sebelum jadÂwal seleksi calon angÂgota DK OJK,†ujarnya keÂpada Rakyat Merdeka, kemarin.
Untuk itu, pihaknya juga akan mempertanyakan, apakah Pansel melakukan hal yang sama deÂngan Komisi XI DPR, yaitu meÂminta informasi dari Pusat PelaÂporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) maupun Badan Intelijen Negara (BIN).
“Kami akan minta penjelaÂsan kepada Menkeu apa landaÂsanÂnya berani menjamin calon angÂgota DK OJK sudah clear. Kami juga akan kroscek data-data itu deÂngan mereka. Nanti akan kita liÂhat apaÂkah Menkeu berÂbohong atau yang sebenarnya,†jelasnya.
Apalagi, kata Harry, dalam raÂpat tertutup dengan dewan, BIN menyaÂtakan ada beberapa calon yang tak jujur melaporkan keÂuaÂnganÂÂnya. “Ada yang terindiÂkasi meÂÂmanfaatkan jabatan,†ujarnya.
Pengamat pasar modal Yanuar Rizki menilai, proses seleksi caÂlon komisioner memang tidak maksimal karena tidak menelisik soal rekening. “OJK akan menÂjadi lembaÂga super power, sehaÂrusnya kapaÂsitas calon sudah teruji,†kata Yanuar, kemarin.
Bila terpilih, lanjutnya, calon koÂÂmisioner tersebut harus mamÂpu melepas transaksi keuangan agar benar-benar independen. MaÂsaÂlah indeÂpendensi sejak awal harus dibukÂtikan kepada publik bahwa calon tersebut tidak berÂpotensi dan terindikasi korupsi.
Untuk itu, dia juga meminta PPATK berani menyebutkan calon yang terlibat transaksi menÂcurigakan. TujuanÂnya, agar pubÂlik bisa menilai kuaÂlitas calon. Jika tidak, ia khawatir akan terÂjadi kesepakatan terseÂlubung antara PPATK dan DPR yang berujung pada utang budi politik.
Jangan Jadi Panti Jompo
Koordinator Indonesia CorrupÂtion Watch (ICW) Danang WidÂyoko mengatakan, calon komisiÂoÂner OJK seharusnya memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi. “JaÂngan menjadikan OJK sebagai panti jompo,†ujarnya.
Dewan, saran Danang, seÂbaikÂnya memilih calon yang beruÂsia muda. Bila calon yang lolos berÂusia lanjut, harus dipastiÂkan bisa bertanggung jawab secara fisik terÂhadap posisi yang diembanÂnya. Kemarin, BIN juga me- nyamÂÂÂpaikan laporan dalam rapat terÂtutup dengan DPR.
Sebelumnya, Menkeu Agus Martowardojo memenÂtahÂkan teÂmuan PPATK dan BIN terkait adaÂnya calon anggota bos OJK yang punya transaksi menÂcuÂrigakan. Agus mengaku semua informasi soal calon anggota DK OJK sudah clear. Menurutnya, 14 calon anggota DK OJK yang teÂlah dipilih Pansel telah lolos seÂmua klarifikasi dan meÂmiliki integritas yang baik.
“Saya ingin katakan 21 nama yang diÂusulkan Pansel diyakini memiliki integritas yang baik. Dan mereka siap untuk menjadi calon KoÂmisioner OJK,†ujarnya.
Agus menjelaskan, ada 21 naÂma yang diajukan ke Presiden SBY. Selanjutnya, oleh presiden dipilih 14 nama untuk diajukan ke DPR. Dia menegaskan, seÂmua informasi soal calon DK OJK telah diklarifikasi.
“Mulai dari pembayaran pajakÂnya, tindakan dia di daerah berÂdasarkan hasil BPKP, dari pasar modal, maupun dari instansi peÂmerintah lain. Jadi semua sudah kita klarifikasi dan apa yang kita rekomendari itu setelah melalui klarifikasi,†tegas bekas Dirut Bank Mandiri itu pede. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: