Di Istana Kepresidenen, geraÂkan pengÂhematan langsung diÂrespons dengan instruksi memaÂtikan seÂparuh lampu di Istana. SaÂyangÂnya, lampu taman di depan IstaÂna Negara sempat meÂnyala seperti hari-hari sebeÂlumnya.
Tepat pukul 18.00 WIB, konÂdisi penerangan di taman depan Istana Negara yang menghadap ke Jalan Veteran masih tetap seÂperti hari sebelumnya. Lampu taman dengan daya besar masih menyoroti patung orang memaÂnah di Taman Istana Negara. BahÂkan, lampu teras Istana NeÂgara juga masih tetap menghiÂdupkan lampu hias.
Siangnya, Presiden SBY meneÂgasÂkan kompleks Istana KepresiÂdeÂnan telah melakukan pengheÂmaÂtan energi di lingkungan IsÂtana Negara. Ia mengungkapkan, suÂdah separuh lampu yang diÂmatiÂkan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Di Gedung Bina Graha, lampu-lampu tidak dinyalakan jika suÂdah tidak ada kegiatan. Memang dari pantuan, terlihat hanya koriÂdor-koridor di dalam gedung yang hiÂdup, sedangkan lampu di ruangÂan-ruangan staf terlihat padam.
Ketika SBY menerima pimpiÂnan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rabu pagi (30/5), suhu ruaÂngan di Istana Negara juga muÂlai hangat. Bahkan, Presiden yang biasanya memakai paÂkaian dinas harian yang berÂbaÂhan cuÂkup tebal, kali ini mengeÂnakan kemeja lengan panjang berwarna biru.
Juru Bicara Kepresidenan JuÂlian Aldrin Pasha, mengatakan instruksi Presiden soal hemat energi sudah mulai diÂlakukan, terÂmasuk terkait dengan pendiÂngin ruangan. Julian pernah meÂnyatakan, pendingin ruaÂngan diwaÂjibkan 25 derajat celcius.
Sementara di Gedung DPR, mesin gedung ini yang sifatnya sentral mulai dikurangi. MisalÂnya hanya dipakai beberapa ruang sidang itu sentral, maka semua AC nyala.
“Penghematan energi akan sangat banyak,†kata Sekjen DPR Nining Indra Saleh di SeÂnayan, Jakarta, Jumat (1/6)
Selain itu, saluran air juga diÂperbaiki. Penghematan listrik juÂga dijanjikan Nining akan dilaÂkukan di lingkungan DPR.
“ConÂtohÂnya saluran air saja yang suÂdah diÂperbaiki 2009 itu sampai Rp 35 miliar pembayaran listrik, itu sudah turun hampir Rp 10 miliar. Kita llihat beberapa langÂkah lain untuk mengefisienÂkan,†papar Nining.
Untuk itu, lamÂpu di lingÂkungan DPR sudah dipaÂdamkan pukul 17.30 WIB, padahal biasanya baru padam pukul 18.00 WIB.
“Mobil dinas sudah tak boleh lagi menggunakan BBM bersubÂsidi. Kita sudah akan menempelÂkan stiker. Kemarin kita sudah koordinaasi untuk pemadaman dan penyalaan listrik saja,†kata Nining.
Presiden SBY pekan lalu menÂcanangkan gerakan hemat enerÂgi. Dalam program tersebut, SBY meÂlarang kendaraan pemeÂrinÂtah, BUMN dan BUMD, mengÂÂÂguÂnakan BBM bersubsidi.
Selain itu , SBY juga meÂlaÂrang kendaÂraan di areal perkeÂbuÂnan dan perÂtamÂbangan mengÂguÂnakan BBM bersubsidi. KenÂdaraan terÂsebut akan dipasang stiker khuÂsus. PerÂtamina diminta memÂperÂsiapkan SPBU khusus BBM non subsidi. Sayangnya, di laÂpangan masih ada oknum PNS yang membeli BBM subsidi. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: