Dihemat, Suhu Istana Pun Ikut Menghangat

Rekening Listrik DPR Turun Jadi Rp 10 M

Minggu, 03 Juni 2012, 08:11 WIB
Dihemat, Suhu Istana Pun Ikut Menghangat
ilustrasi/ist
RMOL.Program penghematan ener­gi ala Presiden SBY disambut se­cara beragam. Ada yang seke­dar mematikan lampu di kemen­te­rian, ada pula yang hanya perlu me­mati­kan mesin pendingin.

Di Istana Kepresidenen, gera­kan peng­hematan langsung di­respons dengan instruksi mema­tikan se­paruh lampu di Istana. Sa­yang­nya, lampu taman di depan Ista­na Negara sempat me­nyala seperti hari-hari sebe­lumnya.

Tepat pukul 18.00 WIB, kon­disi penerangan di taman depan Istana Negara yang menghadap ke Jalan Veteran masih tetap se­perti hari sebelumnya. Lampu taman dengan daya besar masih menyoroti patung orang mema­nah di Taman Istana Negara. Bah­kan, lampu teras Istana Ne­gara juga masih tetap menghi­dupkan lampu hias.

Siangnya, Presiden SBY mene­gas­kan kompleks Istana Kepresi­de­nan telah melakukan penghe­ma­tan energi di lingkungan Is­tana Negara. Ia mengungkapkan, su­dah separuh lampu yang di­mati­kan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Di Gedung Bina Graha, lampu-lampu tidak dinyalakan jika su­dah tidak ada kegiatan. Memang dari pantuan, terlihat hanya kori­dor-koridor di dalam gedung yang hi­dup, sedangkan lampu di ruang­an-ruangan staf terlihat padam.

Ketika SBY menerima pimpi­nan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rabu pagi (30/5), suhu rua­ngan di Istana Negara juga mu­lai hangat. Bahkan, Presiden yang biasanya memakai pa­kaian dinas harian yang ber­ba­han cu­kup tebal, kali ini menge­nakan kemeja lengan panjang berwarna biru.

Juru Bicara Kepresidenan Ju­lian Aldrin Pasha, mengatakan instruksi Presiden soal hemat energi sudah mulai di­lakukan, ter­masuk terkait dengan pendi­ngin ruangan. Julian pernah me­nyatakan, pendingin rua­ngan diwa­jibkan 25 derajat celcius.

Sementara di Gedung DPR, mesin gedung ini yang sifatnya sentral mulai dikurangi. Misal­nya hanya dipakai beberapa ruang sidang itu sentral, maka semua AC nyala.

“Penghematan energi akan sangat banyak,” kata Sekjen DPR Nining Indra Saleh di Se­nayan, Jakarta, Jumat (1/6)

Selain itu, saluran air juga di­perbaiki. Penghematan listrik ju­ga dijanjikan Nining akan dila­kukan di lingkungan DPR.

“Con­toh­nya saluran air saja yang su­dah di­perbaiki 2009 itu sampai Rp 35 miliar pembayaran listrik, itu sudah turun hampir Rp 10 miliar. Kita llihat beberapa lang­kah lain untuk mengefisien­kan,” papar Nining.

Untuk itu, lam­pu di ling­kungan DPR sudah dipa­damkan pukul 17.30 WIB, padahal biasanya baru padam pukul 18.00 WIB.

“Mobil dinas sudah tak boleh lagi menggunakan BBM bersub­sidi. Kita sudah akan menempel­kan stiker. Kemarin kita sudah koordinaasi untuk pemadaman dan penyalaan listrik saja,” kata Nining.

Presiden SBY pekan lalu men­canangkan gerakan hemat ener­gi. Dalam program tersebut, SBY me­larang kendaraan peme­rin­tah, BUMN dan BUMD, meng­­­gu­nakan BBM bersubsidi.

Selain itu , SBY juga me­la­rang kenda­raan di areal perke­bu­nan dan per­tam­bangan meng­gu­nakan BBM bersubsidi. Ken­daraan ter­sebut akan dipasang stiker khu­sus. Per­tamina diminta mem­per­siapkan SPBU khusus BBM non subsidi. Sayangnya, di la­pangan masih ada oknum PNS yang membeli BBM subsidi. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA