â€Secara perlahan-lahan semua perlintasan liar akan ditutup karena sangat membahayakan. Selama sebulan saja di jalur KA Tanah Abang-Serpong sudah ada empat orang yang meninggal akibat perlintasan liar ini,†kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan saat menerÂtibkan perlintasan liar di sekitar Patal Senayan, Jakarta, kemarin.
Menurutnya, saat ini total perÂlintasan liar mencapai 618. Dari total tersebut sebanyak 410 perÂlintasan liar berada di Jawa dan 208 di Sumatera. Namun, pihakÂnya belum bisa menargetkan semuanya akan selesai hingga akhir tahun ini.
Pihaknya juga akan melakukan peÂnutupan-penutupan perlintasan berdasarkan kriteria atau yang diprioritaskan terlebih dahulu yang dinilai rawan. Tetapi dirinya tidak yakin akan bisa selesai tahun ini karena sosialisasi dan bisa diterima masyarakat butuh waktu lama.
Tundjung mengaku, untuk wilayah Sumatera sudah dilaÂkuÂkan penertiban berdasarkan priÂoritas. Sedangkan untuk wilayah Jabodetabek baru lima perÂlinÂtasan liar yang ditertibkan. KaÂrena itu, pihaknya meminta seÂmua pihak menyadari bahaya meÂlintasi jalur kereta api di perÂlintasan liar.
Dalam peraturannya, lanjut Tundjung, jika ada yang melintasi di perlintasan liar akan dikurung penjara selama tiga bulan dan denda Rp 15 juta. Karena itu, pihaknya akan mengawasi secara terselubung. “Jika ada oknum yang membuka ini akan dipiÂdanakan,†tegasnya.
Sementara anggaran yang haÂrus dikeluarkan untuk penertiban itu sekitar Rp 15 juta untuk perlintasan liar. Namun, TunÂdjung membuka kepada siapa saja yang memiliki dana dan ingin bersama-sama menertibkan perlintasan liar ini untuk sharing.
Ke depan, Kemenhub sudah memikirkan untuk membuat standar jalur kereta api diseÂpanÂjang rel dengan permanen, seÂhingga tidak bisa dilintasi apalagi dibongkar untuk dijadikan perÂlintasan liar. “Saya tidak ingin ada kecelakaan lagi,†katanya.
Kini, sosialisasi terus gencar dilakukan agar masyarakat benar-benar memahami dan bisa meÂneÂrima perlintasan liar di jalur keÂreta api ditertibkan secepatnya. Jika sosialisasinya sudah diteÂrima, pihaknya langsung meÂnuÂtup perlintasan liar tersebut.
Apalagi, untuk jalur kereta api Tanah Abang-Serpong setiap haÂrinya dilalui 194 perjalanan KA, termasuk KA barang dan KA lokal Rangkas Bitung. “Dari total perÂjaÂlanan itu, sebanyak 70 persen KRL (kereta listrik),†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: