Menteri Perindustrian (MenÂperin) MS Hidayat mengataÂkan, masih rendahnya pertumÂbuhan industri pada kuartal I disebabkan siklus kerja inÂdusÂtri periode itu pada umumÂnya tidak terlalu agresif.
Apalagi dampak krisis EroÂpa juga berimbas pada penuÂrunan kinerja ekspor industri. “Biasanya pada kuartal II meÂningkat lagi. Pertumbuhan taÂhun ini bisa 6,8 persen (sama tahun lalu) sudah bagus,†kata Hidayat di DPR, kemarin.
Hidayat mengatakan, triÂwuÂlan I kontribusi sektor inÂdustri terhadap pendapatan domestik bruto mencapai 20,47 persen. Angka itu meÂmang masih lebih rendah dari 2011 sebesar 20,91 persen.
Bekas Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu mengaÂtakan, industri peÂngolahan masih menjadi sekÂtor penÂdoÂrong perekonomian InÂdonesia.
Dia juga mengatakan, nilai investasi penanaman modal daÂlam negeri (PMDN) industri triÂwulan I mencapai Rp 8,12 triliÂun dan investasi PMA sektor inÂdustri 2,31 miliar dolar AS.
Menurut Hidayat, sektor inÂdustri yang mengalami perÂtumbuhan tinggi adalah pupuk, kimia dan barang dari karet seÂbesar 9,19 persen, industri miÂnuman dan tembakau 8,19 perÂsen, industri alat angkut, meÂsin dan peralatannya sebeÂsar 6,23 persen, serta semen dan barang galian bukan logam sebesar 6,11 persen.
Sementara sektor industri yang mengalami deindustriaÂlisasi adalah industri tekstil, barang kulit dan alas kaki, industri barang kayu dan hasil hutan serta industri logam dasar besi dan baja.
Gejala ini terjadi pada 2006 hingga 2009, karena saat ini sedang terjadi krisis di negara tujuan ekspor seperti Jepang, Amerika dan Eropa.
“Serbuan barang China yang harganya murah dengan kuaÂlitas rendah juga mengurangi pangsa pasar dalam negeri. NaÂmun, dua tahun terakhir koÂmoÂditas itu mulai mengalami kenaikan lagi,†katanya.
Menteri Keuangan (MenÂkeu) Agus Martowardojo meÂngatakan, Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang cuÂkup baik untuk menghadapi perÂkembangan ekonomi dunia yang terus menurun.
Menurut Agus, dari sisi keÂtahanan fiskal, pemerintah opÂtimis dapat menjaga defisit di bawah 3 persen. Sedangkan unÂtuk menjaga momentum perÂÂtumbuhan ekonomi, pemeÂrinÂtah akan terus memperbaiki ikÂlim investasi dan meÂningÂkatÂkan kondisi infrastruktur. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: