Kepala Bagian Humas dan ForÂmalitas BP Migas Gde PradÂnyana meÂngaÂtakan, dalam hal izin peÂngeboran di TanggulaÂngin, SiÂdoarjo, Jawa Timur terÂsebut, piÂhaknya hanya meÂlaÂkuÂkan perseÂtujuan anggaran.
Menurut Gde, sesuai prosedur yang berlaku, sebelum mereka meÂlakukan keÂgiatan harus memÂbuat perencanaÂan. “Perencanaan tersebut termasuk perencanaan kerja dan perencaÂnaan anggaran,†ujarnya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Gde menjelaskan, selain izin yang diberikan BP Migas, masih ada beberapa prosedur perizinan yang harus dipenuhi. Apabila kegiatan itu bersifat pemboran baru, maka masih harus menÂdaÂpat izin dari Dirjen Migas ESDM dan pemerintah daerah.
Dikatakan, proses terÂsebut masih dalam tahap peÂrenÂcanaan dan belum pada tahap peÂlaksaÂnaan. Jadi masih ada keÂmungÂkinan perencanaan itu gagal bila semua prosedur belum terÂpenuhi.
“Sampai saat ini peÂngerÂjaan proyek pengeboran baru sebatas workover dan well service untuk memperpanjang produksi dari sumur existing. Kita berharap peÂngeboran sumur baru dapat segera dimulai sebelum sumur existing benar-benar habis,†jelasnya.
Dalam situs resmi BP Migas ditulis, KKKS Lapindo Brantas Inc akan melakukan peÂngeboran di wilayah TangÂgÂuÂlangin. RenÂcana pengeboran terÂsebut telah mendapatkan perÂsetujuan dari masyarakat setemÂpat meskipun masih ada beberapa warga meÂlaÂÂkukan protes.
“PeÂngeÂboran ini lebih aman, karena pengeboran sumurnya tidak terÂlalu dalam hanya sekitar 2.000-3.000 Bit (3.000 Bit = 1.000 meter),†kata Kepala BP Migas PerÂwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Elan Biantoro.
Menurut Elan, 4-5 sumur yang akan dibor oleh Lapindo di TangÂgulangin merupakan sumur peÂngembangan bukan sumur eksÂplorasi seperti sumur Banjar Panji di Sidoarjo. “Sumur-sumur yang dibor adalah Sumur PengemÂbaÂngÂan, kedalamannya 2.000-3.000 Bit relatif dangkal jadi tingÂkat keÂÂgaÂÂgalannya minim,†cetus Elan.
Sebelumnya, Bupati Sidoarjo, SaifuI Ilah tidak akan memberi izin kepada Lapindo Brantas Inc. untuk mengeksplorasi sumur MiÂgas di Sidoarjo, Jawa Timur. PaÂsalnya, warga di sekitar pengeÂboÂran menolak ada eksplorasi lagi.
Bupati menegaskan, akan menÂdengarkan aspirasi warÂgaÂnya. “Kalau warga menolak, sebagai bupati tentu saya tidak akan memÂÂberi izin Lapindo untuk ngeÂbor lagi di Sidoarjo. Berbeda jika warÂga mau meneÂrima, tentu akan saya keluarkan izinnya,†ujar Saiful Ilah.
Dia tidak ingin disalahkan jika ada masalah pada kemudian hari. Selain itu, warga Sidoarjo masih trauma atas munculnya semburan lumÂpur panas di sekitar areal peÂngeboran milik Lapindo di SuÂmur Banjar Panji Satu, Desa ReÂnoÂkeÂnongo, Kecamatan Porong.
Sementara pertemuan PanÂsus Lumpur DPRD Sidoarjo deÂngan perwakilan korban lumÂpur berÂsama Bos Lapindo Nirwan BakÂrie di VVIP Room Bandara InÂterÂnasional Juanda tidak ada hasil yang signifikan. Pertemuan itu hanya menegaskan pemÂbaÂyaran skema yang dilakukan PT MinaÂrak Lapindo Jaya (MLJ) Rp 500 juta ke bawah. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: