RMOL. Penuntasan konstruksi ruas tol JORR W2 Kebon JeÂruk-Ulujami sepanjang 7,8 kilometer (km) kembali molor menyusul pembebasan lahan yang mundur dari rencana ApÂril 2012. Perlambatan pemÂbebasan tanah ini diperkirakan karena belum diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai pendukung Undang Undang (UU) Nomor 12 tahun 2012 tenÂtang PeÂngÂadaan Tanah.
Dirut PT Marga Lingkar JaÂkarta (MLJ) Sonhaji S meÂngaÂtakan, target perusahaan konÂstruksi proyek dipastikan munÂÂdur dari rencana rampung pada Mei 2013.
“Targetnya Mei 2013 ramÂpung, tapi meliÂhat kondisi seÂkarang sulit diÂreaÂlisasikan. KeÂmungkinan kami akan minta tandatangan dan evaluasi ulang mengenai perÂcepatan pemÂbeÂbasan tanah ini,†ujarnya di Jakarta, keÂmarin. Seperti dikeÂtahui PT MLJ merupakan peÂmegang konÂsensi ruas jalan tol Kebon Jeruk-Ulujami.
Dia menjelaskan, sebeÂlumÂnya mereka menargetkan laÂhan di Jakarta Selatan dan BaÂrat tuntas Desember 2011, teÂtapi mundur April 2012. ReaÂlisasi hingga saat ini baru empat dari 190 bidang di Jakarta Selatan yang bebas.
Sebelumnya, Kementerian PeÂkerjaan Umum akan menÂgÂambil alih proses pembebasan lahan ruas tol Cileunyi-SuÂmeÂdang-Dawuan (CiÂsumÂdaÂwu), menyusul proses pemÂbeÂbasan lahan oleh pemerintah daerah terhambat hingga saat ini. Pengambilalihan pelakÂsaÂnaÂan pembebasan dilakukan unÂtuk seksi dua yang semula dilakukan PT Jasa SaÂrana.
Dari enam seksi yang akan dibangun di ruas itu, seksi satu dan dua. sumber pendanaan pembebasan lahan dialokasikan dari APBN. Sedangkan sisa seksi lainnya, yakni seksi tiga hingga enam tetap dilakukan PT Jasa Sarana.
Dirjen Bina Marga KeÂmenÂterian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan, pengÂambilalihan pembebasan lahan dilakukan karena hingga saat ini kegiatan pembebasan lahan di seksi dua tidak ada progress. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: