Terganjal Lahan, Proyek Tol Kebon Jeruk Ulujami Molor Lagi

Kamis, 10 Mei 2012, 09:44 WIB
Terganjal Lahan, Proyek Tol Kebon Jeruk Ulujami Molor Lagi
ilustrasi, Proyek Tol Kebon Jeruk Ulujami

RMOL. Penuntasan konstruksi ruas tol JORR W2 Kebon Je­ruk-Ulujami sepanjang 7,8 kilometer (km) kembali molor menyusul pembebasan lahan yang mundur dari rencana Ap­ril 2012. Perlambatan pem­bebasan tanah ini diperkirakan karena belum diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai pendukung Undang Undang (UU) Nomor 12 tahun 2012 ten­tang Pe­ng­adaan Tanah.

Dirut PT Marga Lingkar Ja­karta (MLJ) Sonhaji S me­nga­takan, target perusahaan kon­struksi proyek dipastikan mun­­dur dari rencana rampung pada Mei 2013.

“Targetnya Mei 2013 ram­pung, tapi meli­hat kondisi se­karang sulit di­rea­lisasikan. Ke­mungkinan kami akan minta tandatangan dan evaluasi ulang mengenai per­cepatan pem­be­basan tanah ini,” ujarnya di Jakarta, ke­marin. Seperti dike­tahui PT MLJ merupakan pe­megang kon­sensi ruas jalan tol Kebon Jeruk-Ulujami.

Dia menjelaskan, sebe­lum­nya mereka menargetkan la­han di Jakarta Selatan dan Ba­rat tuntas Desember 2011, te­tapi mundur April 2012. Rea­lisasi hingga saat ini baru empat dari 190 bidang di Jakarta Selatan yang bebas.

Sebelumnya, Kementerian Pe­kerjaan Umum akan men­g­ambil alih proses pembebasan lahan ruas tol Cileunyi-Su­me­dang-Dawuan (Ci­sum­da­wu), menyusul proses pem­be­basan lahan oleh pemerintah daerah terhambat hingga saat ini. Pengambilalihan pelak­sa­na­an pembebasan dilakukan un­tuk seksi dua yang semula  dilakukan PT Jasa Sa­rana.

 Dari enam seksi yang akan dibangun di ruas itu, seksi satu dan dua. sumber pendanaan pembebasan lahan  dialokasikan dari APBN. Sedangkan sisa seksi lainnya, yakni seksi tiga hingga enam tetap dilakukan PT Jasa Sarana.

Dirjen Bina Marga Ke­men­terian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan, peng­ambilalihan pembebasan lahan dilakukan karena hingga saat ini kegiatan pembebasan lahan di seksi dua  tidak ada progress. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA