“Pertamina kan perusahaan beÂsar, masak beli minyak dari peÂdaÂgang, bukan langsung dari sumÂbernya,†sentil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) DahÂlan Iskan usai Rapat KoorÂdinasi terkait Gas di Kantor MenÂko Perekonomian, kemarin.
Layaknya swasta, Dahlan meÂnilai, impor langsung BBM dan minyak mentah dari sumbernya akan lebih efisien dan efektif. Meski begitu, dia maÂsih belum menghitung efiÂsiensi yang bisa dilakukan Pertamina.
“Perusahaan besar itu langsung beli kepada sumbernya. Kita yang instruksikan kok dan mereka yang mencari langkah-langkah, mencaÂri sumber kilang dan minyak mentah langsung dari sumberÂnya,†tegas bekas Dirut PLN ini.
Menurut Dahlan, jika pemerinÂtah mengizinkan Pertamina meÂngÂimpor langsung dari sumÂberÂnya, BUMN minyak itu akan mencari sumber-sumber lahan minyak baru di berbagai negara. Bahkan, Dahlan mendukung PerÂÂtamina untuk mengeksplorasi lahan minyak di negara lain.
Sekadar informasi, selama ini Pertamina yang dipimpin Karen Agustiawan itu mengÂimpor miÂnyak dari pasar SingaÂpura. InÂdonesia mengimpor seÂkitar lima sampai enam juta barel premium per bulan dari pasar Singapura ini lewat pihak ketiga. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: