Bank BUMN terbesar ini meÂresmikan kantor cabang ShangÂhai, China sebagai upaya perÂseÂroan memperkuat bisnis perÂbankan internasional dan berÂkonÂtribusi pada peningkatan tranÂÂsaksi perdagangan bilateral. PeÂresmian tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Bank ManÂdiri Zulkifli Zaini dengan diÂsaksiÂkan oleh Deputi Gubernur Bank IndoÂnesia Halim AlamÂsyah, Pejabat dari Pemerintahan Kota ShangÂhai, China Banking Regulatory Commission dan State AdmiÂnistration of Foreign Exchange di Shanghai, China, kemarin.
Dengan pembukaan kantor cabang Shanghai, Bank Mandiri menjadi satu-satunya perbankan Indonesia yang memiliki cabang di China Daratan. Kantor cabang ini akan melengkapi jaringan kantor luar negeri Bank Mandiri yang saat ini telah berada di Hong Kong, Singapura, Timor Leste, Malaysia, Cayman Islands dan Inggris.
Zulkifli mengatakan, keberaÂdaan kantor cabang Shanghai diÂharapkan dapat menunjang perÂluasan jaringan bisnis perusahaan dari Indonesia ke pusat keuangan internasional serta meningkatkan kontribusi pada program pemeÂrinÂtah untuk mempromosikan ekspor Indonesia, dengan menyeÂdiakan jasa perbankan untuk memperlancar perdagangan mauÂpun pelaksanaan proyek transÂnasional yang ditangani oleh pengusaha Indonesia.
“Melalui kantor cabang ShangÂhai ini, kami akan dapat merintis bisnis dan mengembangkan peÂluang kerjasama dengan perusaÂhaan-perusahaan China ataupun perusahaan dari negara Asia lainÂnya yang berminat melakuÂkan perdagangan dan penanaman modal di Indonesia serta sebalikÂnya,†ujarnya di Shanghai, China, kemarin.
Adapun layanan perbankan di kantor cabang Shanghai akan diÂfokuskan pada layanan perÂbanÂkan internasional berupa trade services, pembiayaan perdagaÂngan, pembiayaan proyek serta transaksi di bidang treasury dari nasabah eksisting Bank Mandiri, khususnya yang saat ini telah meÂmiliki hubungan dagang dengan China dan negara Asia lainnya.
“Bank Mandiri berharap dapat mendukung peningkatan volume transaksi perdagangan antara IndoÂnesia dan China serta meÂningkatkan dan memperkuat kerjasama ekonomi antara kedua negara,†ujar Zulkifli.
Data Kementerian PerdagaÂngan menyebutkan dari total tranÂsaksi perdagangan 18,2 miliar dolar AS pada 2007, nilai tersebut telah meningkat menjadi 49,15 miliar dolar AS pada akhir tahun lalu dengan kontributor terbesar sektor non migas. Hal itu berarti transaksi perdagangan antara Indonesia dan China tumbuh rata-rata sekitar 28,42 persen per taÂhun dalam empat tahun terakhir sehingga menjadikan China seÂbagai partner dagang utama IndoÂnesia saat ini.
Dijelaskan, selama ini Bank Mandiri telah berkontribusi sigÂnifiÂkan dengan menjadi salah satu bank utama dalam bisnis tranÂsaksi perdagangan internasional Indonesia, termasuk dengan China. “Hal itu terlihat dari kiÂnerja perseroan pada triwulan I – 2012 yang telah menyalurkan pemÂbiayaan untuk transaksi perÂdagangan internasional senilai 22,47 miliar dolar AS atau tumÂbuh 21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian penguasaan pangsa pasar Bank Mandiri pada bisnis ini pada posisi akhir 2011 sebesar 26,5 persen untuk tranÂsaksi ekspor dan 26,4 persen untuk transaksi Impor. Data terÂsebut belum termasuk transaksi Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN),†ujarnya.
Zulkifli melanjutkan peran yang akan dijalankan kanÂtor cabang ini sangat penting bagi pencapaian target transaksi perÂdagangan Indonesia-China yang sebesar 80 miliar dolar AS pada 2015 karena kantor cabang ini terletak di pusat keuangan China di mana banyak perusaÂhaan besar dunia menempatkan kantor caÂbang atau kantor perÂwakilan mereka.
“Kantor cabang ini diharapkan dapat membuka jendela kesemÂpatan bagi perusahaan Indonesia, terutama perusahaan milik negara dalam menciptakan jaringan dengan mitra asing,†pungkasÂnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: