Bos Mandiri Yakin Raih Target Dagang RI-China Rp 720 Triliun

Resmikan Kantor Cabang di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 28 April 2012, 08:19 WIB
Bos Mandiri Yakin Raih Target Dagang RI-China Rp 720 Triliun
Bank Mandiri
RMOL.Ambisi Bank Mandiri untuk membuka kantor cabang di China ak­hirnya terwujud. Ha­ra­pannya bisa me­nyo­kong target transaksi dagang antara In­donesia (RI) dan China sebesar 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp 720 triliun.

Bank BUMN terbesar ini me­resmikan kantor cabang Shang­hai, China sebagai upaya per­se­roan memperkuat bisnis per­bankan internasional dan ber­kon­tribusi pada peningkatan tran­­saksi perdagangan bilateral. Pe­resmian tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Bank Man­diri Zulkifli Zaini dengan di­saksi­kan oleh Deputi Gubernur Bank Indo­nesia Halim Alam­syah, Pejabat dari Pemerintahan Kota Shang­hai, China Banking Regulatory Commission dan State Admi­nistration of Foreign Exchange di Shanghai, China, kemarin.

Dengan pembukaan kantor cabang Shanghai, Bank Mandiri menjadi satu-satunya perbankan Indonesia yang memiliki cabang di China Daratan. Kantor cabang ini akan melengkapi jaringan kantor luar negeri Bank Mandiri yang saat ini telah berada di Hong Kong, Singapura, Timor Leste, Malaysia, Cayman Islands dan Inggris.

Zulkifli mengatakan, kebera­daan kantor cabang Shanghai di­harapkan dapat menunjang per­luasan jaringan bisnis perusahaan dari Indonesia ke pusat keuangan internasional serta meningkatkan kontribusi pada program peme­rin­tah untuk mempromosikan ekspor Indonesia, dengan menye­diakan jasa perbankan untuk memperlancar perdagangan mau­pun pelaksanaan proyek trans­nasional yang ditangani oleh pengusaha Indonesia.

“Melalui kantor cabang Shang­hai ini, kami akan dapat merintis bisnis dan mengembangkan pe­luang kerjasama dengan perusa­haan-perusahaan China ataupun perusahaan dari negara Asia lain­nya yang berminat melaku­kan perdagangan dan penanaman modal di Indonesia serta sebalik­nya,” ujarnya di Shanghai, China, kemarin.

Adapun layanan perbankan di kantor cabang Shanghai akan di­fokuskan pada layanan per­ban­kan internasional berupa trade services, pembiayaan perdaga­ngan, pembiayaan proyek serta transaksi di bidang treasury dari nasabah eksisting Bank Mandiri, khususnya yang saat ini telah me­miliki hubungan dagang dengan China dan negara Asia lainnya.

“Bank Mandiri berharap dapat mendukung peningkatan volume transaksi perdagangan antara Indo­nesia dan China serta me­ningkatkan dan memperkuat kerjasama ekonomi antara kedua negara,” ujar Zulkifli.

Data Kementerian Perdaga­ngan menyebutkan dari total tran­saksi perdagangan 18,2 miliar dolar AS pada 2007, nilai tersebut telah meningkat menjadi 49,15 miliar dolar AS pada akhir tahun lalu dengan kontributor terbesar sektor non migas. Hal itu berarti transaksi perdagangan antara Indonesia dan China tumbuh rata-rata sekitar 28,42 persen per ta­hun dalam empat tahun terakhir sehingga menjadikan China se­bagai partner dagang utama Indo­nesia saat ini.

Dijelaskan, selama ini Bank Mandiri telah berkontribusi sig­nifi­kan dengan menjadi salah satu bank utama dalam bisnis tran­saksi perdagangan internasional Indonesia, termasuk dengan China. “Hal itu terlihat dari ki­nerja perseroan pada triwulan I – 2012 yang telah menyalurkan pem­biayaan untuk transaksi per­dagangan internasional senilai  22,47 miliar dolar AS atau tum­buh 21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian penguasaan pangsa pasar Bank Mandiri pada bisnis ini pada posisi akhir 2011 sebesar 26,5 persen untuk tran­saksi ekspor dan 26,4 persen untuk transaksi Impor. Data ter­sebut belum termasuk transaksi Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN),” ujarnya.

Zulkifli melanjutkan peran yang akan dijalankan kan­tor cabang ini sangat penting bagi pencapaian target transaksi per­dagangan Indonesia-China yang sebesar 80 miliar dolar AS pada 2015 karena kantor cabang ini terletak di pusat keuangan China di mana banyak perusa­haan besar dunia menempatkan kantor ca­bang atau kantor per­wakilan mereka.

“Kantor cabang ini diharapkan dapat membuka jendela kesem­patan bagi perusahaan Indonesia, terutama perusahaan milik negara dalam menciptakan jaringan dengan mitra asing,” pungkas­nya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA