RMOL. Pemerintah akan mulai melakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Mei mendatang. Hal itu dilakukan untuk menekan anggaran subsidi.
“Bulan Mei sudah siap, nanti saya yang akan jelaskan kepada maÂsyarakat,†ujar SBY saat memÂbuka Musyawarah PerenÂcanaan Pembangunan Nasional (MusrenÂbangnas) 2012 di Jakarta, kemarin.
Namun, dalam kesempatan tersebut SBY tidak merinci lebih jelas kapan waktu pelaksanaanÂnya. Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pemÂbatasan akan dilakukan per 1 Mei, tapi itu dibantah Menko PerÂekonomian Hatta Rajasa.
SBY mengatakan, jika pemeÂrintah tidak melakukan pemÂbaÂtasan atau pengaturan volume akan berdampak pada Anggaran PenÂdapatan dan Belanja Negara PeÂruÂbaÂhan (APBN-P) yang sudah diteÂtapkan pemerintah bersama DPR.
Ia mengungkapkan, asumsi-asumÂsi dalam APBNP sudah mempertimÂbangÂkan soal kenaikan harga BBM Rp 1.500 per liter dan pemberian daÂna komÂpensasi Rp 35 triliun baÂgi masyarakat miskin guna meÂnganÂtisipasi dampak kenaikan tersebut.
Namun, setelah berlangsung proses politik di DPR yang terjadi, beberapa poin APBNP 2012 tidak sepenuhnya diseÂtujui. Para wakil rakyat hanya memÂbolehkan pemerintah meÂnaikÂkan harga setelah memeÂnuhi syarat-syarat tertentu. Sementara itu, soal subsidi, yang disetujui justru opsi skenario kenaikan harga BBM.
Menurut SBY, hasil proses politik di DPR ini memberikan persoalan baru dalam APBN-P 2012, terjadi mismatch. Dengan harga minyak yang tinggi akan mengakibatkan subsidi BBM dan listrik melonjak tajam. Padahal peÂmerintah sudah mematok deÂfisit anggaran di angka 2,2 persen.
Namun, jika anggaran subsidi melonjak, defisit dapat melamÂpaui 3 persen dan itu bisa meÂlangÂgar Undang-Undang.
Dalam kaitan ini, SBY bertekad tidak akan mencari utang baru untuk menutup defisit anggaran. Karena itu, pemerintah telah merumuskan tiga solusi agar ekonomi Indonesia tetap terjaga dan fiskal tetap aman terkait tidak naiknya harga BBM. Pertama, mengurangi secara signifikan penggunaan BBM bersubsidi.
Dia juga meminta seluruh peÂmerintah pusat dan daerah, BUMN, BUMD, TNI dan Polri memberi contoh pengÂhematan.
“Jangan lebih rewel atau mengeluh dibanding masyarakat lain. Tidak elok, sebagai abdi negara dalam keadaan seperti ini kita harus mengabdi kepada rakyat,†saran Ketua Dewan Pembina Partai Demorat ini.
Kedua, dalam rangka pengÂheÂmatan dan pengendalian, PreÂsiden mengakui ada pro dan kontra dan akan muncul masalah teknis di lapangan. Untuk itu, ia mengÂinstruksikan seluruh jajaran pemerintahan aktif mengatasinya.
Selain program penghematan, pemerintah akan meningkatkan penerimaan dan pendapatan neÂgara. Solusi ketiga, semua jaÂjaran pemerintahan dan pemeÂrintah daerah melakukan pengÂheÂmatan atas pengeluaran dan pembiayaan di wilayah masing-masing.
Di tempat yang sama, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pembatasan tidak mudah dilakuÂkan. Jika tidak siap akan menimÂbulkan konÂflik. Karena itu, pihaknya seÂdang mempersiapkan secara maÂtang untuk menghindari ganguan.
“Jadi jangan ribut tanggalnya kapan, kalau belum siap bisa ribut di pom bensin. Kita harus lakuÂkan sosialisasi, karena pengaÂwaÂsan di lapangan tidak mudah,†ujar wacik.
Dia pun membantah kabar maju munÂdurnya pembatasan BBM kaÂrena adanya tekanan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).
Wacik menegaskan, ATPM tidak bisa menekan dirinya. “Yang bisa nekan saya adalah rakyat,†tegasnya dengan nada tinggi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan, rencana penghematan akan diÂmulai pada awal Mei. MenurutÂnya, tidak jadi dinaikkannya harÂga BBM 1 April berdampak pada pembengkakkan anggaran. “Kita harus mengeluarkan anggaran Rp 5 triliun setiap bulannya karena BBM tidak jadi naik,†katanya.
Agus mengatakan, dengan adanya dana kompensasi dan cadangan, pemerintah masih bisa mengantisipasi. Tapi ke depannya harus ada langkah penghematan untuk menekan volume BBM subsidi agar tidak terlampaui.
“Kita komitmen tetap menjaga kuota BBM pada angka 40 juta kiloliter, tapi kenyataannya tahun lalu tembus 41,7 juta kiloliter. Dengan adanya peningkatan perÂtumbuhan ekonomi dan jumlah kendaraan tentu volumenya akan naik,†jelas Agus. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.