Wuih, Bos Toyota Ancam Tidak Ganti Spareparts Alphard

Jika Rusak Akibat Konsumsi Bensin Subsidi

Minggu, 08 April 2012, 08:40 WIB
Wuih, Bos Toyota Ancam Tidak Ganti Spareparts Alphard
ilustrasi, Alphard
RMOL.Maraknya mobil mewah seperti Alphard yang menggu­nakan BBM bersubsidi membuat pi­hak Toyota gerah. Presiden Di­rek­tur Toyota Astra Johnny Dhar­mawan mengatakan, mobil me­wah dari pabrikannya direko­men­dasikan untuk menggunakan per­tamax, bukan premium.

“Spe­sifikasinya mobil punya kami itu sudah tinggi dan kami selalu merekomendasikan untuk meng­gunakan bensin yang ok­tannya tinggi. Seperti pertamax dan per­tamax plus,” ujarnya saat dikon­tak Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Johnny menambahkan, pihak­nya tidak bisa melakukan penga­wasan terhadap para konsumen­nya, apabila jika nantinya mobil yang mereka punya diisi BBM yang tidak sesuai dengan reko­mendasinya.

“Kami mana bisa tahu kalau mereka menggunakan bensin yang tidak sesuai. Biasa­nya baru ketahuan pas konsumen kami se­dang servis mobil­nya,” tukasnya.

Menurutnya, ada beberapa ka­sus yang terjadi dimana ada ke­rusakan kendaraan yang diaki­bat­­kan oleh kesalahan dalam peng­gunaan BBM. Pihaknya tidak akan melakukan penggan­tian ke­rusakan yang disebabkan oleh ke­salahan dari konsumen.

“Kami tidak akan ganti jika terjadi se­perti itu, walaupun mo­bil itu ma­sih dalam status ga­ransi,” ancam Johnny.

Pengamat oto­motif senior Su­hari Sargo me­nuturkan, mayo­ritas mobil-mobil saat ini telah mempunyai spesi­fikasi dengan kompresi yang tinggi, sehingga dibutuhkan BBM yang mempu­nyai oktan yang lebih tinggi dari premium.

“Mesin mobil saat ini jika di­gunakan dengan BBM oktan tinggi justru akan lebih irit kon­sumsinya BBM-nya. Selain itu, akan jadi lebih awet dan ramah lingkungan” jelasnya kepada Rakyat Merdeka.

Suhari mengingatkan, jika pe­milik kendaraan yang tidak me­ngisi BBM sesuai dengan spe­sifikasinya, maka akan ada ke­ru­sakan. Salah satunya kerusa­kan dari fuel pump (pompa ba­han ba­kar).

“Kalau diisinya premium, pa­dahal harusnya pertamax, fuel pump-nya bisa rusak. Kalau rusak pompa itu tidak akan bisa be­kerja maksimal dan pem­bakaran jadi gak sem­purna,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wa­cik menuturka, Peraturan Pre­siden (Perpres) tentang bata­san BBM subsidi sedang diran­cang. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA