“Kalau tidak salah treasury stock Jasa Marga itu hasil pemÂbelian krisis ekonomi global taÂhun 2008. Dimana pada waktu itu Jasa Marga banyak melakukan pemÂbelian saham di pasar modal. Pada saat itu harga saham yang dibeli murah. Kalau dijual sekaÂrang akan memberikan dana tunai tambahan, lebih membantu ingin berinvesÂtasi,†jelasnya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Menurut Dandossi, pertumÂbuhan kinerja keuangan Jasa Marga memang belum terlalu beÂsar. Hal itu bisa disebabkan proÂyek jalan tol belum jadi maupun kenaikan tarif tol.
Sebagai informasi, Jasa Marga mencatatkan kenaikan laba bersih hanya sekitar 11 persen pada taÂhun lalu. Di akhir 2011, opeÂrator jalan tol ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,319 triliun, dibanding tahun seÂbelumnya Rp 1,185 triliun. KeÂuntungan emiten pelat merah ini terbilang rendah, lantaran pendaÂpatan usaha pun hanya naik seÂkitar 13 persen menjadi Rp 4,96 triliun. “Laba diprediksi akan tumÂbuh seiring selesainya jalan-jalan tol. Banyaknya proyek jaÂlan tol yang belum jadi bisa menÂjadi daya tarik investor membeli saham Jasa Marga,†ungkap Dandossi.
Jasa Marga akan menjual treaÂsury stock kepada publik guna memperkuat modal perseÂroan, seiring rencana ekspansi pemÂbangunan ruas-ruas tol baru. Jumlah saham yang akan dijual kembali ke masyarakat tersebut, sekitar 24,5 juta lembar saham. “Sesuai peraturan Bapepam, tahun ini saham treasury sudah memasuki periode wajib menÂjual,†ujar Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, Okke MerÂlina dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (3/4).
Selain melepas saham treasury, Jasa Marga juga berencana meÂlepas sisa kepemilikan sahamnya di PT Citra Marga Nusaphla Persada Tbk (CMNP) sekitar 81,6 juta lembar saham. Sebagai pelaksana kedua aksi korporasi itu, Jasa Marga menunjuk PT Danareksa Sekuritas. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: