Meski tiga nama tersebut sudah diwacanakan, nama Agus Marto tetap mendapatkan dukungan khuÂsusnya dari kalangan bankir.
Pengamat Pasar Modal Satrio Utomo menilai, sosok Agus meÂruÂpakan yang paling ideal untuk mengawal kebijakan anggaran pemerintah, terutama dalam meÂnundukkan kritik DPR.
Dia menyebut, selama kepeÂmimpinan Agus, kinerja pasar moÂdal menunjukkan hasil yang baik, meski dalam dua pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terperosok. Dari segi kebijakan, Agus juga cukup tepat mengendalikan situasi.
Informasi yang diterima RakÂyat Merdeka, posisi Agus kerap dikritik. Kebijakan bekas Dirut Bank Mandiri ini dinilai sangat keras dalam kasus penjualan saÂham PT Newmont Nusa TengÂgara (NNT), namun sangat lemÂbek daÂlam penyelesaian utang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang mencapai Rp 17 triÂliun.
Satrio mengatakan, kondisi ekonomi dunia saat ini sedang krisis dan Indonesia butuh sosok yang kuat dan bisa mengenÂdaÂlikan situasi fluktuatif. Agus dipercaya sebagai yang terbaik saat ini meskipun bukan berlatar belakang makro.
“Untuk orang yang bukan ber-background makro saja, kebijaÂkanÂnya sudah cukup oke. Yang penting jangan serahkan posisi Menkeu ke parpol,†tegasnya.
Direktur Utama PT PriamaÂnaya Djan International Djan FaÂridz mengatakan, sosok Agus Martowardojo sudah cukup teÂpat. Kebijakannya sudah mamÂpu menggerakkan dunia usaha.
Secara umum, Agus dinilai meÂmiliki kompetensi yang tidak diÂragukan selama menjabat. NaÂmun, keputusan tetap berada pada Presiden sebagai pemilik hak prerogatif.
Menurut dia, bereÂdarnya nama-nama pengganti Agus Marto seÂperti Sandiaga Uno dan Gita WirÂjawan juga sangat baik. Ia meÂnilai, kedua nama tersebut meÂmiliki latar beÂlakang sebagai pengusaha.
Karena itu, kebijaÂkanÂnya akan pro economic growth (perÂtumÂbuÂhan ekonomi, red). KeÂduanya akan memprioÂritaskan pembaÂngunan untuk meningkatÂkan perekonoÂmian.
“Baik Sandi Uno maupun Gita juga bagus sebagai Menteri KeÂuangan. Apalagi Gita sudah berÂpengalaman sebagai Kepala BKPM (Badan KoordiÂnasi PenaÂnaman Modal). Mereka tidak akan ragu untuk menguÂrangi subÂsidi agar anggaÂran pembaÂngunan naik dan ekoÂnomi berÂgerak,†jelas Bos Pasar Tanah Abang Blok A itu.
Dikatakan, saat ini, sektor swasta lebih banyak berkonÂtriÂbusi terhadap pembangunan keÂtimÂbang pemerintah. Jika soÂsok Gita ataupun Sandi masuk, maka pemerintah bisa berkonÂtribusi lebih besar lagi terhadap pembaÂngunan. [rm]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: