Angka laju pertumbuhan penÂduduk (LPP) sebesar 1,49 perÂsen. Hampir setiap hari 10.000 lebih bayi lahir di InÂdonesia.
Kepala BKKBN Sugiri SyaÂrief mengatakan, dari hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 meÂnunjukkan, Total Fertility Rate (TFR) Indonesia saat ini pada posisi 2,6 per wanita.
Belum lagi tingginya jumlah calon akseptor KB yang belum terlayani (unmedneed) sekitar 9,1 persen, naik dari jumlah seÂbelumnya 8,9 persen. Karena itu, kesehatan reproduksi remaÂja di daerah diharapkan meÂningkat. Tak ada artinya upaya pemenuhan pangan dan kebuÂtuhan masyarakat lainnya, bila penduduknya bertambah terus.
Dari 11 prioritas pemÂbaÂnguÂnan yang merupakan visi-misi Presiden SBY pada Rencana PemÂbangunan Jangka MeneÂngah Nasional (RPJMN) 2010-2014, kata Sugiri, program KB adalah salah satu fokus bidang keseÂhatan yang mencanangkan kuaÂlitas layanan KB di 23,500 kliÂnik KB swasta dan pemeÂrintah.
Berdasarkan Undang-UnÂdang (UU) No.52 tahun 2009 dan Peraturan Presiden No.62 tahun 2010, tugas dan fungsi BKKBN berubah. Dari Badan Koordinasi Keluarga BeÂrenÂcana Nasional menjadi Badan Kependudukan Keluarga BeÂrencana Nasional.
“Dukungan dari para peÂmangÂku kepentingan dan mitra kerja diperlukan untuk mengÂopÂtiÂmalÂkan pelaksanaan percepatÂan revitalisasi program KB nasiÂonal,†kata Sugiri.
Karena itu, kata Sugiri, BKKBN bermitra dengan berÂbagai pihak, termaÂsuk TNI. PeÂnandatanganan kesepakatan kerja sama dengan TNI dilakuÂkan 12 Februari 2009. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: