Berita

Orang utan. (Foto Humas Kemenhut)

Pemerintahan

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 03:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat perlindungan satwa liar, khususnya orang utan, dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. 

Selain mengantisipasi api yang mendekati habitat, pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk menjaga kesehatan orang utan dari dampak asap.

Menurut Menteri Kehutanan Raja Antoni, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada masyarakat yang terdampak asap. Namun perlindungan juga diberikan kepada satwa. 


Kemenhut sejak awal  berkoordinasi dengan sejumlah organisasi yang memiliki pengalaman di lapangan dalam penanganan orang utan, termasuk Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan Orangutan Foundation International (OFI).

“Jadi sejak awal kita sudah koordinasi dengan teman-teman pecinta satwa, organisasi yang memang punya pengalaman di lapangan, baik BOSF, OFI dan lain-lain, yang ada di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,” kata Menhut di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, Selasa, 13 Oktober 2026.

Di Nyaru Menteng, Raja Antoni melihat langsung kondisi orang utan yang mendapatkan perawatan. Salah satunya yakni bayi orang utan bernama Novita yang diselamatkan dari karhutla, bayi orang utan Novita saat ini mendapatkan perawatan karena mengalami luka di kakinya.

Antisipasi dampak karhutla terhadap satwa terus dilakukan melalui peningkatan patroli. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk penanganan apabila orangutan terdampak asap, termasuk obat penenang untuk evakuasi, oksigen, hingga nebulizer untuk membantu sistem pernapasan.

“Sudah kita siapkan juga untuk sedatif atau anestesi untuk kalau harus melakukan evakuasi, kemudian oksigen, nebulizer,” ujarnya.

Selain perlindungan kesehatan, pemerintah juga memperkuat perlindungan kawasan rehabilitasi orang utan serta membantu kebutuhan peralatan pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan karhutla tidak meluas dan mengancam kawasan inti habitat orang utan. 

Pemerintah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Kemenhut, BPBD, pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait terus berupaya menahan pergerakan api agar tidak masuk ke zona inti.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya