Berita

Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar. (Foto: Istimewa)

Parlemen

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 00:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar mendesak PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan listrik di Batam-Bintan, Kepulauan Riau, setelah gangguan pada Senin, 12 Oktober 2026.

Gangguan tersebut berdampak pada 411.219 pelanggan. Gunhar mengatakan pemadaman mengganggu aktivitas dasar rumah tangga, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi.

“Listrik padam berjam-jam mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika pasokan air bersih dan komunikasi ikut terganggu, masyarakat dan perekonomian daerah turut menanggung akibatnya,” kata Gunhar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.


Berdasarkan data PLN hingga Senin pukul 22.45 WIB, sebanyak 228.480 pelanggan atau 55,6 persen telah kembali mendapat pasokan listrik. Namun sebanyak 182.739 pelanggan lainnya masih terdampak pemadaman. Gangguan itu juga memengaruhi beban listrik sebesar 578,2 megawatt (MW), dengan 345 MW belum pulih.

Untuk itu, Gunhar meminta PLN memprioritaskan pemulihan pelanggan yang masih terdampak dan memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan.

“Jangan sampai pemadaman berkepanjangan melumpuhkan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi warga. Pemulihan harus dipercepat, terutama di wilayah yang pasokan listriknya belum kembali normal,” ujarnya.

Ia juga meminta PLN menjelaskan penyebab gangguan dan langkah perbaikannya secara transparan. Selain itu, Gunhar mendorong evaluasi terhadap keandalan sistem kelistrikan Batam-Bintan, kesiapan menghadapi gangguan, dan prosedur penanganan darurat.

“Pemulihan listrik tidak boleh menjadi akhir dari penanganan. PLN harus mengevaluasi penyebab gangguan, memperkuat keandalan sistem, dan memastikan kejadian serupa tidak kembali mengganggu kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Gunhar menambahkan, koordinasi PLN dengan pemerintah daerah dan pihak terkait perlu diperkuat agar layanan air bersih, komunikasi, dan aktivitas ekonomi segera kembali normal.

“Hal yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah kepastian kapan listrik kembali normal. Setelah itu, harus ada evaluasi serius agar gangguan serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat,” pungkas Gunhar.  

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya