Berita

Ratusan hotel dijual di situs OLX. (Foto: Tangkapan layar)

Bisnis

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ratusan hotel dan vila di Bali terpantau dijual melalui platform jual beli properti daring OLX dengan variasi harga yang mencapai ratusan miliar Rupiah.

Berdasarkan penelusuran RMOL, terdapat 524 iklan properti dengan kata kunci hotel di Bali, di mana 244 di antaranya merupakan hotel dan vila yang ditawarkan kepada calon pembeli. 

Sejumlah properti yang dipasarkan mencakup hotel bintang tiga hingga bintang lima, dengan harga mulai dari Rp1,6 miliar hingga Rp535 miliar.


Penawaran tersebut tersebar di sejumlah kawasan wisata, antara lain Kuta, Ubud, Nusa Dua, Canggu, dan Seminyak.

Salah satu properti yang ditawarkan adalah hotel bintang lima di Nusa Dua dengan kapasitas 176 kamar. Hotel tersebut memiliki luas tanah 22.291 meter persegi dan luas bangunan 11.900 meter persegi, dengan harga yang dipasarkan mencapai Rp500 miliar.

"5 stars hotel nusa dua Bali for sale," demikian keterangan salah satu agen properti dalam iklan di OLX.

Selain itu, Resort Bali Pecatu Graha juga ditawarkan dengan harga Rp535 miliar.

"Kesempatan langka untuk mengakuisisi resort berkapasitas 200 kamar di Pecatu?"Uluwatu, Bali, yang beroperasi di bawah brand Swiss-Bel Resort," tulis pengguna OLX lainnya.

Hotel lainnya yang turut dipasarkan adalah hotel bintang tiga di Ubud dengan 19 kamar. Properti tersebut ditawarkan seharga Rp38 miliar dan diklaim masih beroperasi.

"Dijual Hotel Bintang Tiga dengan 19 Kamar di Ubud Bali, satu Investasi yang sangat Potensial Cuan dan masih Running serta hanya 4 menit (1.5 km) ke Central Ubud," demikian keterangan dalam iklan tersebut.

Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI), Hariyadi B.S. Sukamdani, mengakui terdapat sejumlah hotel yang dijual di Bali.

Meski demikian, ia menyebut jumlah hotel yang ditawarkan untuk dijual tidak terlalu banyak. Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat hotel yang mengalami kepailitan, tetapi jumlahnya sangat terbatas.

"Memang ada yang pailit, tapi jumlahnya sedikit sekali. Setahu saya hanya satu yang pailit dan itu karena kasus hukum owner-nya. Kalau yang dijual ada beberapa, tapi tidak banyak," kata Hariyadi kepada RMOL, Sabtu, 19 September 2026.

Hariyadi sebelumnya juga mengatakan bahwa industri perhotelan Bali sempat terdampak sejumlah bencana alam yang terjadi belakangan ini di Indonesia.

Dampak tersebut terutama terlihat pada pola perjalanan wisatawan dan keputusan pemesanan hotel dalam jangka pendek.

"Kalau melihat kondisi di lapangan, industri perhotelan Bali memang mengalami dampak dari beberapa kejadian alam yang terjadi belakangan ini, terutama terhadap pola perjalanan wisatawan dan keputusan booking dalam jangka pendek," tandasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya