Berita

Partai Gerakan Rakyat dan Anies Baswedan. (Istimewa)

Politik

PT 5 Persen Bisa Persulit Partai Pendukung Anies

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 10:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

  Wacana kenaikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen memunculkan tafsiran bahwa kebijakan tersebut dapat menyulitkan partai politik baru yang beririsan dengan basis pendukung Anies Baswedan.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, salah satu yang berpotensi menghadapi tantangan berat adalah Partai Gerakan Rakyat yang diinisiasi para relawan dan pendukung Anies.

"Ini akan mengalami kesulitan yang cukup serius dengan dinaikkannya ambang batas parlemen menjadi 5 persen," kata Adi lewat kanal YouTube miliknya, Sabtu, 19 September 2026.


Menurutnya, sebagai partai baru, Gerakan Rakyat harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi ambang batas tersebut apabila benar-benar diterapkan pada Pemilu 2029.

Kondisi ini kemudian memunculkan tafsiran di tengah publik mengenai kepentingan di balik kenaikan parliamentary threshold. Salah satunya, dugaan bahwa aturan tersebut dapat membatasi ruang partai-partai tertentu untuk masuk ke parlemen.

"Ada juga yang mengatakan bahwa ambang batas 5 persen ini akan semakin mempersulit partai pendukung Anies Baswedan, yaitu Gerakan Rakyat, karena tentu sebagai partai baru akan struggle untuk melampaui batas parlemen," ujarnya.

Namun, Adi menekankan bahwa kenaikan ambang batas parlemen juga kerap dikaitkan dengan agenda penyederhanaan sistem kepartaian agar jumlah partai yang lolos ke DPR tidak terlalu banyak.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya