Berita

Salah satu hotel di Bali. (Foto: Booking.com)

Bisnis

Industri Hotel Bali Sempat Terdampak Bencana

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 10:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Industri perhotelan di Bali sempat terdampak sejumlah bencana alam yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut terutama memengaruhi pola perjalanan wisatawan dan keputusan pemesanan hotel dalam jangka pendek.

Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI), Hariyadi B.S. Sukamdani mengatakan dampak tersebut tidak dirasakan secara merata oleh seluruh hotel.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, industri perhotelan Bali memang mengalami dampak dari beberapa kejadian alam yang terjadi belakangan ini, terutama terhadap pola perjalanan wisatawan dan keputusan booking dalam jangka pendek,” kata Hariyadi kepada RMOL, Sabtu 19 September 2026.


Menurutnya, sebagian hotel mengalami penyesuaian tingkat okupansi, terutama ketika terjadi gangguan atau pemberitaan mengenai bencana. Namun, hotel dengan segmen pasar yang lebih beragam cenderung mampu menjaga tingkat hunian tetap stabil.

“Ada hotel yang mungkin mengalami penyesuaian okupansi, terutama ketika terjadi gangguan atau pemberitaan mengenai bencana, tetapi ada juga yang relatif tetap stabil karena memiliki market yang lebih beragam,” ujarnya.

Hariyadi menilai Bali masih memiliki daya tarik wisata yang kuat. Tantangan yang dihadapi sektor pariwisata saat ini lebih berkaitan dengan bagaimana menjaga kepercayaan wisatawan di tengah berbagai gangguan.

“Bali masih memiliki daya tariknya yang kuat, tetapi industri pariwisatanya sedang diuji oleh bagaimana kita mengelola confidence wisatawan di tengah berbagai disruption,” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan yang dihadapi pelaku usaha tidak semata-mata menyangkut jumlah kunjungan wisatawan. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan perilaku pasar, menjaga kepercayaan wisatawan, serta memastikan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan juga menjadi faktor penting.

“Yang saya lihat, persoalannya bukan semata-mata apakah wisatawan masih datang atau tidak, tetapi bagaimana industri merespons perubahan perilaku wisatawan, menjaga confidence, serta memastikan aspek safety dan service tetap menjadi prioritas,” sambungnya.

Meski sempat menghadapi tekanan pada periode dan segmen pasar tertentu, Hariyadi melihat kondisi perhotelan Bali masih dinamis dan belum menunjukkan tren penurunan struktural.

Sebaliknya, aktivitas sektor tersebut pada semester II 2026 justru menunjukkan peningkatan dibandingkan semester I tahun ini.

“Untuk tren secara keseluruhan, saya melihat Bali sangat dinamis. Ada tekanan di beberapa periode dan segmen, tetapi belum menunjukkan tren penurunan struktural. Bahkan semester II ini terus meningkat dibandingkan semester I 2026,” pungkasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya