Berita

Kemasan susu Frisian Flag (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Frisian Flag Bergabung, Peta Bisnis Ultra Milk Berubah

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 10:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peta bisnis industri susu nasional bakal berubah setelah PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) berencana memasukkan PT Frisian Flag Indonesia (FFI) ke dalam grupnya.

Langkah tersebut sekaligus membuka jalan bagi FrieslandCampina untuk menjadi pemegang saham pengendali baru ULTJ melalui transaksi pengambilalihan 100 persen saham FFI senilai sekitar Rp14,57 triliun.

Berdasarkan rospektus ULTJ, Sabtu 19 September 2026, transaksi tersebut dilakukan melalui penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng. Saham FFI akan diserahkan kepada ULTJ sebagai bagian dari pelaksanaan aksi korporasi penerbitan saham baru.


Pemegang saham FFI saat ini terdiri dari FrieslandCampina International Holding B.V. dengan kepemilikan 78,09 persen, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. sebesar 16,91 persen, dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa sebesar 5 persen.

Dalam skema tersebut, hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang menjadi hak pemegang saham pengendali ULTJ akan dialihkan kepada para pemegang saham FFI.

Setelah seluruh transaksi rampung, FrieslandCampina diproyeksikan menguasai sekitar 28,95 persen hingga 30,81 persen saham ULTJ. Perubahan pengendalian itu selanjutnya akan diikuti dengan penawaran tender wajib kepada pemegang saham publik sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski terjadi perubahan pengendalian, keluarga Prawirawidjaja tetap menjadi salah satu pemegang saham signifikan ULTJ. Sabana Prawirawidjaja juga tetap menjabat sebagai Direktur Utama.

Di sisi bisnis, ULTJ dan FFI akan tetap menjalankan usaha masing-masing dengan merek serta organisasi yang berbeda. Namun, kedua perusahaan akan berada dalam satu grup setelah transaksi selesai.

Rencana ini menjadi bagian dari kerja sama strategis ULTJ dengan FrieslandCampina. FFI sendiri telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari satu abad dan memiliki portofolio produk susu yang melengkapi bisnis ULTJ.

Bagi ULTJ, kombinasi tersebut membuka ruang untuk memperluas skala usaha sekaligus memperkaya portofolio produk di industri susu dan minuman.

Namun, transaksi belum final. ULTJ masih harus memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, selain memenuhi persetujuan regulator terkait. 


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya