Berita

Kemasan susu Frisian Flag (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ultra Milk Siapkan Rp16,9 Triliun, Bidik Akuisisi Frisian Flag

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 09:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peta bisnis industri susu nasional bersiap berubah. PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menyiapkan aksi korporasi jumbo senilai sekitar Rp16,9 triliun untuk mengambil alih seluruh saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI).

Akuisisi 100 persen saham FFI sendiri bernilai sekitar Rp14,57 triliun. Transaksi tersebut akan dilakukan melalui mekanisme penyetoran saham atau inbreng, bukan pembayaran tunai secara langsung.

Untuk menjalankan aksi tersebut, ULTJ akan menerbitkan maksimal 7,878 miliar saham baru melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue. Harga pelaksanaannya ditetapkan Rp2.150 per saham. 


Sekitar 86,01 persen dana hasil rights issue setelah memperhitungkan biaya aksi korporasi akan dialokasikan untuk mengambil alih seluruh saham FFI. Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja ULTJ.

Skema transaksi membuat saham baru ULTJ tidak seluruhnya diambil menggunakan dana tunai. Hak untuk memperoleh saham baru tersebut akan dialihkan oleh pengendali dan pemegang saham utama ULTJ kepada para pemegang saham FFI, yakni FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa.

Sebagai gantinya, ketiga pemegang saham FFI akan menyetorkan saham FFI kepada ULTJ melalui mekanisme inbreng. Dengan skema tersebut, seluruh saham FFI akan berpindah menjadi milik ULTJ. 

Transaksi ini tergolong material karena nilainya setara sekitar 178,24 persen dari ekuitas ULTJ per 31 Juli 2026 yang mencapai Rp8,17 triliun.

Rencana tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham. ULTJ dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Oktober 2026 untuk meminta persetujuan atas rights issue dan pengambilalihan FFI. 

Jika transaksi terealisasi, FFI akan menjadi anak usaha ULTJ. Pada saat yang sama, struktur pemegang saham ULTJ juga akan berubah secara signifikan karena FrieslandCampina masuk sebagai pemegang saham pengendali baru.

Bagi pemegang saham publik ULTJ, aksi korporasi ini juga membawa konsekuensi dilusi apabila tidak mengambil bagian dalam rights issue. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, potensi dilusi dapat mencapai sekitar 43,11 persen.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya