Berita

Produk usaha pengolahan perikanan mikro Desa Cukanggenteng, Kabupaten Bandung. (Foto: Humas KKP)

Bisnis

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 03:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya memperkuat ekosistem usaha pengolahan ikan skala mikro kecil (UMK) melalui kegiatan Inisiasi Kredit dan Akses Pembiayaan Berbasis Komunal. Tak hanya membuka akses terhadap pembiayaan, juga mengintegrasikan pendampingan usaha, penguatan kelembagaan, rantai pasok, hingga akses pasar sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Plt. Dirjen PDSPKP), Erwin Dwiyana memaparkan, kegiatan Inisiasi Kredit dan Akses Pembiayaan Berbasis Komunal lahir karena akses pembiayaan tidak dapat berdiri sendiri dan harus terhubung dengan aspek kebutuhan usaha, kelembagaan, rantai pasok, serta akses pasar. 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, hingga kelembagaan ekonomi di desa.


“Kegiatan ini mencakup pendampingan bagi pelaku usaha untuk memperoleh dukungan pembiayaan, pengelolaan usaha, legalitas, kelembagaan, akses pasar hingga rantai pasok dilakukan dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” terang Erwin melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Sejak 2024 kegiatan ini telah dikembangkan di Desa Sarangmeduro, Kabupaten Rembang bagi 570 pelaku usaha pengolahan ikan asap hingga sekarang. Tahun 2026 kegiatan ini diimplementasikan di Desa Cukanggenteng, Kabupaten Bandung yang menyasar 84 pelaku usaha pemindangan ikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

"Kami mengusung semangat pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup masyarakat perikanan, seperti di Cukanggenteng yang sebagian besar pelaku usahanya adalah perempuan,” jelas Erwin.

Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDSPKP, Ali Rahmat Iman Santoso menjabarkan pendampingan yang telah berjalan melalui kegiatan Inisiasi Kredit dan Akses Pembiayaan Berbasis Komunal di Desa Cukanggenteng yakni fasilitasi pembiayaan ultra mikro melalui PNM Mekaar bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria, edukasi pengelolaan dan pencatatan keuangan bersama OJK, serta penguatan usaha dan pengemasan produk.

"Kami tidak hanya mendorong akses permodalan, tetapi juga pengelolaan usaha, legalitas, kelembagaan, sampai bagaimana bahan baku dapat tersedia lebih efisien. Inilah yang ingin dibangun melalui kegiatan Inisiasi Kredit dan Akses Pembiayaan Berbasis Komunal,” ucap Ali.

Melalui kegiatan ini, lanjut Ali, sentra pemindangan Cukanggenteng juga mengembangkan model rantai pasok yang efektif dan efisien. Sebagai langkah konkrit, Pemerintah Desa Cukanggenteng tengah menjajaki kolaborasi antara BUMDes dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam penyediaan bahan baku serta offtaker guna mewujudkan ekonomi sirkular di desa.

“Kalau rantai usahanya bisa diperkuat di desa, manfaat ekonominya juga akan lebih banyak tinggal di desa. Karena itu, ada ruang bagi BUMDes maupun KDKMP untuk tumbuh bersama pelaku usaha,” tandas Ali.

Sementara Wakil Pemimpin Cabang PT. PNM Bandung, Ramadhan Firmansyah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Inisiasi Kredit dan Akses Pembiayaan Berbasis Komunal yang dilakukan KKP. Terlebih potensi usaha pemindangan di Cukanggenteng masih terbuka untuk terus dikembangkan. 

Ia memastikan PNM akan menginventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana pelaku usaha pemindangan, khususnya nasabah PNM Mekaar, dengan mempertimbangkan pengembangan klaster usaha dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Dukungan PNM tidak hanya pada pembiayaan, kami juga melihat kebutuhan usaha di lapangan dan bagaimana pendampingan maupun dukungan lainnya dapat membantu usaha nasabah berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Ramadhan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya