Berita

Penanganan Karhutla. (Foto: istimewa)

Politik

Dukungan Negara Sahabat Percepat Penanganan Karhutla

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 17:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai membutuhkan koordinasi terintegrasi, termasuk dukungan dari negara sahabat.

Anggota DPR RI Eddy Soeparno sepakat dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan penanganan karhutla melalui kerja sama lintas negara.

"Saya kira yang kita lihat sekarang sudah ada bantuan dari Jepang. Kemarin juga sudah ada pesawat terbang air menyemprot dari negara tetangga. Saya kira ini hal yang lazim," ujar Eddy usai hadiri forum Diskusi Aktual (FDA) MPR RI bertema Perspektif dan Masukan Pemangku Kebijakan tentang Pentingnya Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan (PPIB) di Ruang Delegasi, Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.


Menurutnya, Indonesia juga memiliki tradisi memberikan bantuan kepada negara lain ketika menghadapi musibah, bahkan sebelum bantuan tersebut diminta.

"Andai kata di negara tetangga ada musibah yang dialami, tentu kita juga memberikan bantuan, bahkan sebelum diminta pun kita menawarkan," katanya.

Eddy menilai dukungan negara sahabat dapat mempercepat penanganan karhutla sehingga dampaknya bisa segera dikendalikan. Setelah api berhasil dipadamkan, pemerintah dapat melanjutkan tahapan rehabilitasi sekaligus memperkuat upaya pencegahan.

"Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi terintegrasi. Jadi yang disampaikan Pak Presiden tentu langkah yang terukur, di mana kita mendapat dukungan dari negara sahabat agar ini bisa cepat selesai," jelasnya.

"Kita ingin agar karhutla ini bisa cepat terselesaikan agar proses rehabilitasi bisa dilakukan dan pencegahan ke depannya bisa dikuatkan," tandas Eddy.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya